Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

FCC Larang Router WiFi Buatan Luar Negeri Masuk AS, Industri Teknologi Terancam Terdampak

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:13 WIB

Router WiFi luar negeri dilarang masuk AS
Router WiFi luar negeri dilarang masuk AS

RADARTUBAN -Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC resmi mengumumkan kebijakan baru yang melarang impor router WiFi yang diproduksi di luar negeri.

Aturan ini diambil dengan alasan perangkat tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional bagi Amerika Serikat.

Dalam pemberitahuannya, FCC menyatakan bahwa model router baru yang di buat di luar negeri akan dimasukkan ke dalam "Covered List".

Daftar ini akan berisi list perangkat komunikasi yang dianggap memiliki risiko keamanan yang tidak dapat di terima.

Menurut lembaga tersebut, aturan ini akan mencakup router yang dipakai konsumen baik untuk jaringan WiFi ataupun yang digunakan untuk koneksi kabel.

Kendati begitu, aturan ini tidak berlaku bagi router yang telah dimiliki oleh masyarakat luas. Selain itu, perangkat yang telah beredar di pasaran masih dapat digunakan dan dijual oleh pengecer selama model tersebut sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari FCC.

FCC membreikan kelonggaran terkait kebijakan dukungan perangkat dari perusahaan. Jadi, meskipun masuk ke dalam daftar Covered List, vendor router tetap dapat memberikan update perangkat lunak setidaknya hingga 1 Maret 2027 yang berpotensi akan diperpanjang.

Kebijakan ini berkaitan dengan strategi keamanan AS tahun 2025 yang menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap komponen dari luar negeri.

Washington menilai rantai pasok perangkat jaringan harus dari pihak yang terpercaya agar tidak membuka celah bagi aktor asing untuk melakukan spionase atau serangan siber.

FCC megungkapkan bahwa router buatan luar negeri kerap dimanfaatkan dalam berbagai serangan siber, termasuk operasi yang menagetkan infrastruktur penting seperti komunikasi, energi, air dan transportasi.

Hanya saja aturan baru ini juga menimbulkan dampak yang cukup besar bagi industri teknologi saat ini. Hal ini dikarenakan hampir tidak ada produsen router yang memproduksi penuh perangkatnya di Amerika Serikat.

Banyak merek populer, termasuk perusahaan yang bermarkas di AS seperti Netgear, Eero, da Google Nest masih mengandalkan fasilitas produksi di Asia.

Untuk dapat meluncurkan produk baru di pasar Amerika Serikat, produsen dapat mengajukan persejutuan bersyarat kepada pemerintah.

Produsen juga diwajibkan untuk memberikan peta rencana pemindahan sebagian besar proses produksi ke dalam negeri.

Selama aturan ini belum dijalankan secara penuh oleh pelaku industri, para analis berpendapat peluncuran model router baru di AS akan melambat dalam waktu dekat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#as #FCC #impor router WiFi #keamanan nasional #Amerika Serikat