RADARTUBAN - Perusahaan game asal Jepang, Nintendo mengumumkan kebijakan baru terkait harga game untuk konsol Switch 2. Perusahaan tersebut akan mulai membedakan harga antara game versi digital dan fisik dari judul yang sama.
Perubahan ini diperkirakan akan mulai diterapkan pada game baru yang dirilis untuk konsol itu.
Langkah ini pertama kali terlihat pada peluncuran game Yoshi and the Myterious Book yang dijadwalkan pada 21 Mei mendatang.
Baca Juga: Bonus Rp 365 Miliar Cair, Atlet ASEAN Para Games 2026 Terima Langsung dari Negara via BRI
Versi digital game itu dijual seharga 60 dolar AS melalui eShop. Sedangkan versi fisiknya dipatok lebih mahal, yakni 70 dolar AS di toko ritel.
Menurut Nintendo, perbedaan harga ini bukan kenaikan biaya untuk game fisik. Perusahaan menegaskan harga yang lebih tinggi hanya mencerminkan biaya tambahan yang berkaitan dengan proses distribusi salinan fisik dalam bentuk kemasan.
Dengan kata lain, versi digital memiliki harga yang lebih murah karena tidak memerlukan proses manufaktur dan pengiriman.
Lebih lanjut, Nintendo menyebut bahwa harga eceran game fisik dapat berbeda disetiap toko. Hal ini karena mitra ritel memiliki kebebasan untuk menentukan harga jualnya sendiri. Sistem serupa juga akan berlaku untuk distribusi game digital.
Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada game baru Nintendo mulai bulan Mei. Beberapa judul game yang kemungkinan akan mengikuti skema harga ini antara lain Fire Emblem: Fortune's Weave dan Splatoon Raiders.
Banyak analis mengatakan keputusan ini dinilai dapat menguntungkan pemain karena mereka mendapatkan harga game digital yang lebih murah.
Di sisi lain, bagu kolektor game fisik, perubahan ini justru dianggap kerugian katena mereka harus merogoh kantong lebih dalam untuk mendapatkan game yang sama.
Skema baru ini muncul di tengah meningkatnya biaya komponen elektronik, logistik global, hingga tekanan industri terhadap rantai pasok.
Hingga kini Nintendo masih mempertahankan harga konsol Switch 2, meskipun perusahaan tidak menutup kemungkinan penyesuaian harga di masa mendatang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama