RADARTUBAN - Inggris dikabarkan tengah berupaya untuk mendekati Anthropic demi memperluas operasional perusahaan AI tersebut di negaranya.
Langkah ini muncul bersamaan dengan ketegangan antara pemerintah AS dengan Anthropic mengenai batasan penggunaan AI.
Menurut laporan terbaru, pejabat di Department for Science, Innovation and Technology, sedang mempersiapkan proposal guna menarik investasi dari Anthropic.
Beberapa rencana yang dipertimbangkan antara kain memperluas kantor Anthropic di London serta peluang untuk pencatatan saham ganda.
Baca Juga: Perjalanan Ranking FIFA Timnas Indonesia 1992–2026: Dari Terpuruk Hingga Mulai Bangkit
Upaya mendekati Anthropic ini didukung langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Diperkirakan proposal ini akan dibahas secara langsung dengan CEO Anthropic, Dario Amodei yang rencananya akan berkunjung ke Inggris akhir Mei ini.
Ketertarikan Inggris untuk mempererat hubungan dengan Anthropic tak lepas dari konflik perusahaan tersebut dengan AS.
Konflik ini bermula ketika Anthropic menolak membagikan izin bagi militer AS untuk memanfaatkan Claude dalam kegiatan pengawasan maupun pengembangan senjata otonom.
Penolakan tersebut berujung pada keputusan Departemen Pertahanan AS yang memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam dengan alasan risiko keamanan rantai pasok.
Hanya saja, keputusan tersebut saat ini masih ditangguhkan sementara setelah hakim federal AS mengeluarkan perintah pemblokiran sementara.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Inggris melihat peluang untuk menarik investasi dan memperkuat ekosistem teknologi kecerdasan buatan di negaranya.
Kendati begitu, Anthropic juga harus bersaing dengan perusahaan AI lain seperti OpenAI yang sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memperluas operasional di London. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni