RADARTUBAN - Platform desain berbasis AI, yakni Picsart baru-baru ini meluncurkan program monetisasi kreator. Program baru ini memungkinkan pengguna memperoleh penghasilan dari konten yang mereka unggah di sosial media.
Menariknya, program ini terbuka untuk semua kreator tanpa sistem undangan atau syarat jumlah pengikut.
Melalui program ini, kreator dapat membuat konten original menggunakan berbagai alat yang tersedia di Picsart, kemudian dapat dibagikan ke media sosial seperti Instagram.
Sedangkan pendapatan akan dihitung berdasarkan tingkat interaksi audiens, jumlah penayangan, komentar, hingga pembagian konten.
Baca Juga: Grok AI Diblokir Pemerintah Indonesia Usai Marak Konten Tak Senonoh dan Deepfake Seksual
Setelah mendaftar, kreator akan mendapatkan akses ke dashboard yang berisi berbagai tema dan tantangan kreatif yanh dapat diikuti.
Perusahaan mendorong kreator untuk membuat konten yang unik dan menarik agar bisa mendapatkan pendapatan lebih besar.
Setiap konten yang diunggah harus disertai dengan tautan aset dan penjelasan singkat mengenai proses pembuatannya di Picsart.
Setelah dipublikasikan, performa konten akan dipantau melalui dashboard yang juga akan menampilkan estimasi pendapatan. Dana yang diperoleh nantinya dapat ditarik melalui layanan pembayaran Stripe.
Pendiri, sekaligus CEO Picsart, Hovhannes Avoyan mengatakan program ini ditujukan untuk memberikan kesempatan yang lebih adil bagi kreator.
Menurutnya, ekonomi kreator selama ini cenderung menguntungkan akun besar, sementara akun kecil jarang mendapatkan kompensasi.
Didirikan pada 2011, Picsart kini memiliki lebih dari 130 juta pengguna di seluruh dunia dan sempat meraih status unicorn pada 2021.
Peluncuran program monetisasi ini juga melengkapi inovasi terbaru perusahaan, termasuk pasar agen AI yang memungkinkan kreator memanfaatkan asisten AI untuk berbagai tugas seperti mengedit foto produk atau menyesuaikan ukuran konten media sosial. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni