Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bisa Kasih Saran Layaknya CEO, Meta Buat Mark Zuckerberg versi AI

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 15 April 2026 | 11:06 WIB
Meta tengah buat clone Mark Zuckerberg dari AI. (Self-Development Port/Pinterest)
Meta tengah buat clone Mark Zuckerberg dari AI. (Self-Development Port/Pinterest)

RADARTUBAN - Induk perusahaan Facebook dan Instagram, Meta, dikabarkan tengah menciptakan versi AI dari CEO mereka, yakni Mark Zuckerberg.

Langkah tersebut dikatakan sebagai upaya perusahaan untuk memperkuat komunikasi internal sekaligus memanfaatkan AI dalam skala yang lebih personal.

Financial Times dalam laporannya mengatakan avatar AI ini dirancang untuk meniru citra, suara, hingga gaya bicara dari Zuckerberg.

Bahkan sistem ini telah dilatih dengan menggunakan pernyataan publik dan pola pikir sang CEO guna dapat memberikan umpan balik atau saran kepada karyawan. 

Baca Juga: Meta dan Google Melanggar, Komdigi Layangkan Surat Pemanggilan Tegas terkait Batas Usia Pengguna

Melalui proyek ini, Meta ingin menghadirkan pengalaman interaksi yang terasa lebih dekat antara karyawan dan pimpinan perusahaan.

Avatar AI ini juga diproyeksikan sebagai perpanjangan tangan dari CEO dalam proses pengambilan keputusan sehari-hari.

Pengemudi Zuckerberg versi AI ini menjadi lanjutan ambisi Meta dalam menciptakan karakter AI fotorealistik.

Sebelum ini, perusahaan juga telah menguji persona AI untuk kreator yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi secara otomatis dengan pengikut di platform seperti Instagram. 

Jika uji coba yang dilakukan ini berhasil, Meta berencana untuk membuka peluang bagi kreator membuat versi AI dari diri mereka sendiri. 

Hanya saja perusahaan tetap memberikan batasan dimana pengguna remaja tidak diizinkan untuk mengakses chatbot AI ini. 

Ditengah kesibukannya, Zuckerberg dilaporkan aktif dan terlibat langsung dalam pengembangan teknologi ini. Dia bahkan meluangkan waktu hingga 10 jam per minggu hanya untuk menulis kode dan mengikuti tinjauan teknis pada proyek AI lainnya.

Sementara itu, laporan dari The Wall Street Journal mengungkap bahwa Zuckerberg juga tengah mengembangkan agen AI pribadi yang terpisah dari proyek avatar ini.

Agen tersebut dirancang untuk membantu tugas-tugas harian, seperti mencari informasi atau menjawab pertanyaan.

Langkah agresif Meta ini menunjukkan arah baru dalam pemanfaatan teknologi AI bukan hanya sebagai alat, tetapi juga representasi digital manusia yang mampu berinteraksi dan mengambil peran strategis di dalam organisasi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#mark zuckerberg #AI #ceo #Facebook #meta