Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Regulasi Baru Uni Eropa Dorong Perubahan Desain Baterai Ponsel Mulai 2027

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 24 April 2026 | 13:06 WIB
Uni Eropa akan dorong perubahan desain baterai pada perangkat mobile. (ROKFORM™/Pinterest)
Uni Eropa akan dorong perubahan desain baterai pada perangkat mobile. (ROKFORM™/Pinterest)

RADARTUBAN - Uni Eropa bersiap untuk membawa perubahan besar pada desain perangkat mobile.

Melalui regulasi baterai terbaru, ponsel dan tablet ke depan diwajibkan memiliki baterai yang lebih mudah dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna.

Aturan ini merupakan bagian dari kebijakan yang mulai diperkenalkan sejak 2023 dan akan diterapkan penuh pada 18 Februari 2027.

Fokus utamanya adalah meningkatkan kemudahan perbaikan sekaligus mengurangi limbah elektronik yang terus meningkat.

Baca Juga: Uni Eropa Desak Google Buka Data Pencarian, Demi Persaingan Digital yang Lebih Adil

Dalam regulasi tersebut, produsen diminta merancang perangkat agar baterai bisa dilepas tanpa merusak komponen. 

Pengguna juga diharapkan dapat mengganti baterai sendiri menggunakan alat umum yang tersedia di pasaran, tanpa harus bergantung pada layanan resmi.

Hanya saja, konsep baterai yang dapat dilepas tidak selalu berarti desain lama dengan penutup belakang yang bisa dibuka.

Uni Eropa mendefinisikan bahwa baterai tetap dianggap dapat diganti selama tidak membutuhkan alat khusus, panas, atau bahan kimia untuk membongkarnya.

Di sisi lain, ada pengecualian untuk perangkat dengan standar tertentu.

Ponsel yang memiliki ketahanan air tinggi seperti sertifikasi IP67 serta daya tahan baterai yang baik tetap bisa memenuhi aturan meski baterainya tidak sepenuhnya mudah dilepas.

Perangkat yang terdampak regulasi ini mencakup ponsel, tablet, dan telepon nirkabel, terutama yang selama ini menggunakan baterai tertanam dengan perekat kuat.

Lebih dari sekadar kemudahan perbaikan, aturan ini juga mengatur pengelolaan limbah baterai agar lebih aman dan terarah.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan siklus hidup perangkat yang lebih berkelanjutan.

Meski berlaku di Eropa, dampaknya diperkirakan akan meluas secara global.

Produsen umumnya menghindari pembuatan desain berbeda untuk tiap wilayah, sehingga standar ini berpotensi diadopsi di berbagai pasar, termasuk Asia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Uni Eropa #baterai ponsel #tablet #ponsel