Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Microsoft Ubah Sistem Update Windows 11, Kini Bisa Ditunda Tanpa Batas

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 28 April 2026 | 13:38 WIB
Microsoft hadirkan opsi update yang lebih fleksibel untuk pengguna Windows. (Forbes/Pinterest)
Microsoft hadirkan opsi update yang lebih fleksibel untuk pengguna Windows. (Forbes/Pinterest)

RADARTUBAN - Setelah sekian lama, akhirnya Microsoft memberikan sejumlah pembaruan penting pada Windows 11 yang berguna untuk mengurangi gangguan dan memberikan kendali lebih ke pengguna. 

Perubahan tersebut berawal dari banyaknya keluhan pengguna yang merasa update Windows terlalu sering muncul di saat yang tidak tepat.

Melalui pembaruan ini, Microsoft memperkenalkan fleksibilitas baru dalam mengatur jadwal update.

Fitur utama yang dihadirkan adalah kemampuan untuk menunda update hingga 35 hari. Menariknya, batas ini bisa diperpanjang berkali-kali tanpa batasan waktu.

Itu artinya, pengguna dapat terus menunda update sesuai kebutuhan, meskipun pada akhirnya tetap perlu memasangnya demi keamanan sistem.

Baca Juga: Tak Hanya Windows, Gemini Kini Hadir di Mac dengan Fitur Lebih Canggih

Selain itu, Microsoft juga memastikan opsi daya semakin jelas di mana pengguna bisa memilih untuk mematikan atau memulai ulang perangkat tanpa harus dipaksa menginstal pembaruan yang ada.

Perubahan lain juga hadir sejak awal penggunaan perangkat. Saat proses pengaturan awal (OOBE), pengguna kini dapat melewati pembaruan dan langsung masuk ke desktop, lalu memperbarui sistem di lain waktu sesuai keinginan.

Microsoft turut menyederhanakan proses update dengan menggabungkan berbagai jenis pembaruan seperti driver, firmware, dan .NET ke dalam satu siklus bulanan.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi frekuensi restart yang sebelumnya kerap terjadi.

Tak hanya itu, informasi pembaruan kini dibuat lebih transparan. Misalnya, update driver akan dilengkapi keterangan jenis perangkat seperti audio, tampilan, atau baterai agar pengguna lebih memahami fungsinya.

Meski memberikan fleksibilitas lebih luas, Microsoft tetap menekankan pentingnya pembaruan, terutama untuk aspek keamanan.

Sistem juga kini dilengkapi mekanisme pemulihan otomatis jika terjadi kegagalan update, sehingga peluang keberhasilan instalasi menjadi lebih tinggi.

Saat ini, fitur-fitur tersebut mulai diuji coba melalui program Windows Insider, khususnya di kanal Dev dan Eksperimental, sebelum dirilis secara luas ke seluruh pengguna. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Windows 11 #fleksibilitas #microsoft #update