RADARTUBAN - Peluncuran perangkat keras terbaru dari Valve akhirnya mulai terealisasi.
Setelah sempat tertunda akibat krisis komponen global, Steam Controller generasi baru dipastikan meluncur lebih dulu dibanding perangkat lain yang diumumkan sebelumnya.
Kontroler ini dijadwalkan tersedia mulai 4 Mei di berbagai wilayah, dengan harga sekitar 99 dolar AS.
Produk ini dirancang untuk terhubung dengan ekosistem Steam, termasuk PC, Mac, perangkat mobile, hingga Steam Deck.
Baca Juga: Steam Uji Fitur Estimasi Performa Game Berdasarkan Data Pengguna
Secara desain, Steam Controller baru mengusung pendekatan yang terinspirasi dari Steam Deck. Perangkat ini dilengkapi dua trackpad, sepasang thumbstick TMR, serta tata letak tombol standar.
Valve juga menyematkan desain ergonomis dan aksesori tambahan berupa “puck” pengisian daya yang dapat ditempelkan ke bagian bawah kontroler.
Meskipun diumumkan bersamaan dengan perangkat lain seperti Steam Machine dan headset VR Steam Frame, hanya kontroler ini yang siap meluncur dalam waktu dekat.
Steam Machine dan Headset VR tersebut hingga kini masih tertunda tanpa tanggal rilis pasti, meski Valve menargetkan peluncuran pada tahun ini.
Penundaan tersebut berkaitan dengan kelangkaan RAM dan penyimpanan global, yang dipicu tingginya permintaan industri AI.
Berbeda dengan perangkat lain, Steam Controller tidak bergantung pada komponen tersebut, sehingga proses produksinya lebih lancar.
Pengembangan kontroler ini sendiri tidak lepas dari kesuksesan Steam Deck. Valve melihat adanya kebutuhan akan kontroler yang mampu menghadirkan pengalaman serupa saat perangkat digunakan dalam mode dock.
Versi sebelumnya dinilai inovatif, namun kurang ramah bagi sebagian pemain karena membutuhkan adaptasi.
Karenanya, Valve berupaya menghadirkan kontroler yang tetap kaya fitur, tetapi lebih mudah digunakan layaknya gamepad tradisional.
Dengan kombinasi tersebut, Steam Controller terbaru diharapkan mampu menjembatani fleksibilitas dan kenyamanan dalam bermain game di berbagai platform berbasis Steam. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni