RADARTUBAN - Kabar mengenai sistem hak digital atau biasa yang disebut DRM milik Sony memincu perdebatan di kalangan gamer.
Pasalnya, sistem DRM baru tersebut disebut akan mewajibkan pengecekan lisensi setiap 30 hari sekali.
Kabar ini mencuat pertama kali saat beredarnya tangkapan layar yang menampilkan durasi valid pada game digital di PlayStation.
Perbincangan tersebut terdengar hingga ke telinga Sony. Dalam pernyataannya, perusahaan asal Jepang itu menegaskan pemain hanya perlu melakukan verifikasi lisensi secara online satu kali setelah membeli game.
Baca Juga: Sony Uji Coba Harga Dinamis, Diskon Game di PlayStation Store Tak Lagi Sama
Lebih lanjut, Sony mengatakan lisensi akan bersifat permanen dan tidak memerlukan pengecekan ulang selama periode waktu tertentu.
Klarifikasi tersebut jelas meredam kekhawaybahwa game PlayStation bisa tiba-tiba terkunci karena konsol tidak terhubung ke jaringan internet selama beberapa waktu.
Sebelumnya, sejumlah pengguna melaporkan adanya timer waktu selama 30 haru pada pembelian game di PlayStation Store.
Beberapa pihak menduga sistem ini akan berdampak pada akses ke game jika konsol tidak terhubung ke koneksi internet.
Spekulasi lain mengatakan bahwa mekanisme ini kemungkinan berkaitan dengan upaya mencegah penyalahgunaan sistem refund 14 hari untuk game digital.
Isu mengenai DRM sendiri sudah bukan hal baru di dunia game. Pasalnya, kasus serupa pernah terjadi pada Xbox One di tahun 2013, di mana Microsoft pada saat itu merencanakan untuk melakukan pengecekan online secara berkala.
Kebijakan tersebut menuai banyak kritik hingga akhir perusahaan harus mengurungkan niatnya itu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni