RADARTUBAN - Salah satu pelopor mesin pencari sejak awal kemunculan internet, Ask.com resmi ditutup pada 1 Mei ini.
Layanan yang dulu dikenal sebagai Ask Jeeves ini resmi menghentikan operasinya setelah lebih dari dua dekade melayani pengguna di seluruh dunia.
Keputusan tersebut diambil oleh induk perusahaan InterActiveCorp (IAC) sebagai bagian dari strategi untuk mempersempit fokus bisnis.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut bahwa Ask.com telah menjawab pertanyaan dunia selama 25 tahun sebelum akhirnya ditutup.
Sejak diluncurkan pada 1996, Ask Jeeves dikenal dengan pendekatan uniknya dimana pengguna dapat mengetik pertanyaan dalam bahasa sehari-hari.
Konsep ini dianggap sebagai cikal bakal teknologi percakapan modern, yang kini berkembang dalam bentuk chatbot berbasis AI seperti ChatGPT.
Maskot pelayan bernama Jeeves juga sempat menjadi ikon yang melekat kuat di benak pengguna internet generasi awal.
Namun, sepanjang perjalanannya, Ask.com kesulitan bersaing dengan raksasa pencarian seperti Google.
Setelah diakuisisi IAC pada 2005 dan berganti nama setahun kemudian, layanan ini perlahan kehilangan relevansi.
Bahkan pada 2010, IAC mengakui Ask.com tidak lagi kompetitif di pasar mesin pencari.
Dengan penutupan ini, Ask.com mengikuti jejak layanan lama lain seperti AltaVista yang lebih dulu tumbang.
Momen ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya satu era internet ketika mesin pencari masih bereksperimen mencari bentuk terbaiknya.
Meski telah ditutup, warisan Ask Jeeves tetap terasa.
Kebiasaan pengguna mengetik pertanyaan lengkap di mesin pencari hingga lahirnya teknologi AI percakapan menjadi bukti bahwa pengaruhnya belum benar-benar hilang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni