RADARTUBAN - OpenAI resmi memperkenalkan fitur baru bernama Trusted Contact di platform ChatGPT.
Fitur ini dirancang sebagai sistem perlindungan tambahan bagi pengguna yang terindikasi mengalami kondisi mental serius atau membahas tindakan menyakiti diri sendiri saat menggunakan chatbot AI tersebut.
Melalui fitur baru ini, pengguna dewasa dapat menambahkan satu orang terpercaya, seperti keluarga atau teman dekat, sebagai kontak darurat di akun ChatGPT mereka.
Kontak tersebut nantinya akan menerima undangan dan bebas memilih menerima atau menolak permintaan tersebut.
Baca Juga: Sam Altman Minta Pengguna Tak Perlu Sopan ke ChatGPT, Ini Alasannya
Jika sistem mendeteksi percakapan yang mengarah pada risiko self-harm atau masalah keselamatan serius, ChatGPT akan memberi tahu pengguna bahwa kontak terpercaya mereka kemungkinan akan dihubungi.
Namun keputusan akhir tidak hanya bergantung pada sistem otomatis.
OpenAI menjelaskan bahwa tim peninjau manusia yang telah dilatih khusus juga akan memeriksa percakapan terkait untuk menentukan apakah situasi tersebut benar-benar berisiko dan membutuhkan tindakan lanjutan.
Meski begitu, perusahaan menegaskan privasi pengguna tetap menjadi poin utama.
Kontak terpercaya tidak akan menerima isi chat ataupun transkrip percakapan secara lengkap. Mereka hanya memperoleh notifikasi yang mendorong agar segera menghubungi pengguna untuk memastikan kondisinya aman.
Fitur Trusted Contact disebut dikembangkan bersama klinisi kesehatan mental, peneliti, hingga organisasi pencegahan bunuh diri.
OpenAI menyebut fitur ini bukan pengganti bantuan profesional, melainkan lapisan perlindungan tambahan agar pengguna tetap terhubung dengan manusia di situasi krisis.
Pengguna dapat mengaktifkan fitur tersebut melalui menu Settings di akun ChatGPT dengan memasukkan alamat email dan nomor telepon kontak yang dipilih.
Kontak itu memiliki waktu hingga satu minggu untuk menyetujui undangan.
Peluncuran fitur ini juga muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak chatbot AI terhadap kesehatan mental.
OpenAI mengungkap sekitar 0,15 persen pengguna menunjukkan indikasi risiko menyakiti diri sendiri. Dengan jumlah pengguna aktif mingguan yang mencapai ratusan juta orang, angka tersebut dinilai cukup signifikan.
Saat ini, fitur Trusted Contact masih diluncurkan secara bertahap dan belum tersedia untuk seluruh pengguna di berbagai negara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni