Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sony Jadi Bahan Ejekan, Fitur AI Camera Assistant Malah Bikin Jadi Foto Buruk

Andika Julia Perdana Putra • Senin, 18 Mei 2026 | 10:03 WIB
Sony jadi perbincangan hangat karena hadirkan fitur AI kamera yang menuai ejekan. (@sonyexperia/X)
Sony jadi perbincangan hangat karena hadirkan fitur AI kamera yang menuai ejekan. (@sonyexperia/X)

RADARTUBAN - Sony tengah menuai banyak sorotan setelah fitur “AI Camera Assistant” di ponsel flagship Sony Xperia 1 VIII menuai gelombang kritik di media sosial.

Fitur berbasis AI tersebut dianggap menghasilkan foto yang justru lebih buruk jika dibandingkan gambar asli.

Kontroversi bermula ketika Sony membagikan contoh perbandingan foto asli dan hasil rekomendasi AI untuk mempromosikan fitur kamera barunya.

Namun, hasil yang ditampilkan terlihat terlalu terang, pucat, dan kehilangan detail, sehingga memicu ejekan dari berbagai tokoh teknologi, termasuk Carl Pei dan Marques Brownlee.

Baca Juga: Sony Uji Coba Harga Dinamis, Diskon Game di PlayStation Store Tak Lagi Sama

Menanggapi kritik tersebut, Sony akhirnya memberikan klarifikasi melalui platform X. Perusahaan menegaskan bahwa AI Camera Assistant bukan alat pengedit foto otomatis setelah gambar diambil.

Teknologi tersebut hanya memberikan empat saran pengaturan kamera berbeda berdasarkan kondisi objek dan pencahayaan.

Sony juga membagikan contoh baru yang dinilai lebih baik dibanding materi promosi awal. Kali ini, hasil foto terlihat lebih natural dan tidak terlalu berlebihan dalam pencahayaan maupun warna.

Meski begitu, respons tersebut belum sepenuhnya meredakan kritik.

Banyak pihak mempertanyakan mengapa Sony memilih contoh foto awal yang dianggap gagal merepresentasikan kualitas kameranya.

Hal ini dianggap cukup mengherankan karena Sony selama ini dikenal sebagai salah satu pemain besar industri kamera digital.

Perdebatan ini juga kembali memunculkan kritik lama terhadap tren fotografi smartphone modern. Banyak vendor dinilai terlalu agresif memakai AI dan fotografi komputasional hingga membuat foto kehilangan karakter alami.

Efek seperti warna terlalu terang, detail berlebihan, dan bayangan yang dihilangkan dianggap membuat hasil gambar terlihat datar.

Fenomena serupa disebut juga mulai terlihat pada kamera ponsel lain, termasuk lini Google Pixel yang belakangan dinilai menghasilkan foto lebih “aman” namun kurang memiliki karakter visual kuat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Sony Xpreia 1VII #AI Camera Assistant #ponsel flagship #foto