Efek Pencarian Berbasis AI, Pengguna DuckDuckGo Naik Hingga 30 Persen

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 19:02 WIB
DuckDuckGo alami lonjakan pengguna setelah AI masuk ke dalam sistem pencarian. (T.S. Bowie/Pinterest)
DuckDuckGo alami lonjakan pengguna setelah AI masuk ke dalam sistem pencarian. (T.S. Bowie/Pinterest)

RADARTUBAN - Perubahan besar yang dilakukan Google pada layanan pencariannya mulai memunculkan reaksi dari sebagian pengguna.

Setelah perusahaan semakin agresif memasukkan fitur berbasis AI ke dalam pengalaman pencarian, mesin pencari alternatif DuckDuckGo mengklaim mengalami lonjakan pengguna dalam waktu singkat.

Menurut data yang dibagikan perusahaan, jumlah instalasi aplikasi DuckDuckGo di Amerika Serikat naik rata-rata 18,1 persen pada periode 20–25 Mei dibanding minggu sebelumnya. 

Tren ini berlangsung selama enam hari berturut-turut dan mencapai puncaknya dengan kenaikan 30,5 persen pada 25 Mei.

Baca Juga: Google Hadirkan Ikon Disco untuk Pixel, Tampilan Android Jadi Berkilau

Kenaikan paling mencolok terjadi di perangkat iPhone. Di platform iOS, pertumbuhan instalasi rata-rata mencapai 33 persen, bahkan sempat menyentuh hampir 70 persen dalam satu hari.

Lonjakan tersebut muncul setelah Google memperkenalkan transformasi besar pada mesin pencarinya dalam konferensi pengembang tahunan.

Jika sebelumnya pengguna lebih akrab dengan daftar tautan tradisional, kini pencarian semakin diarahkan ke jawaban AI yang dapat merangkum informasi, menjalankan tugas, hingga memberikan respons berbentuk percakapan.

Namun, perubahan ini tidak diterima positif oleh semua pengguna.

Sebagian menilai fitur AI membuat pengalaman mencari informasi menjadi lebih rumit, mengurangi kontrol pengguna, serta berpotensi menampilkan jawaban yang kurang akurat.

Ada pula kekhawatiran bahwa model pencarian baru dapat mengurangi kunjungan ke situs dan penerbit di web terbuka.

Melihat kondisi itu, DuckDuckGo mencoba memosisikan diri sebagai alternatif yang memberi pilihan lebih luas.

Perusahaan juga mencatat peningkatan kunjungan ke halaman pencarian tanpa AI miliknya sebesar 22,7 persen secara mingguan. 

Halaman tersebut secara otomatis menonaktifkan ringkasan AI dan hasil gambar sintetis agar pengguna tetap mendapat pengalaman pencarian yang lebih tradisional.

CEO DuckDuckGo, Gabriel Weinberg, menilai pengguna seharusnya memiliki kebebasan untuk menentukan seberapa banyak teknologi AI digunakan saat menjelajah internet.

Meski begitu, DuckDuckGo tidak sepenuhnya meninggalkan AI.

Mereka tetap menyediakan layanan chatbot Duck.ai yang terhubung ke beberapa model AI, tetapi diklaim mengutamakan privasi dengan menghapus alamat IP pengguna serta tidak memakai percakapan untuk melatih model.

Walau pangsa pasarnya masih jauh di bawah Google, kenaikan pengguna ini menunjukkan bahwa di tengah era pencarian berbasis AI, sebagian orang ternyata masih menginginkan pengalaman menjelajah web yang lebih sederhana dan mudah dikendalikan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
AI duckduckgo google