RADARTUBAN - Qualcommresmi memperkenalkan prosesor baru bernama Snapdragon C yang ditujukan untuk laptop Windows kelas pemula.
Chip berbasis ARM ini dirancang untuk menghadirkan perangkat dengan harga terjangkau, mulai sekitar 300 dolar AS, sekaligus menawarkan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan banyak laptop murah berbasis Intel.
Pengumuman tersebut dilakukan dalam ajang Computex 2026.
Qualcomm menyebut Snapdragon C akan menjadi solusi bagi pengguna yang membutuhkan laptop untuk aktivitas sehari-hari seperti menjelajah internet, menonton video, mengerjakan dokumen, hingga tugas produktivitas ringan.
Berbeda dengan prosesor kelas atas, Snapdragon C memang tidak ditujukan untuk pekerjaan berat seperti rendering 3D atau pengeditan video beresolusi tinggi.
Baca Juga: Qualcomm Ikut Hadirkan Quick Share ke AirDrop, Android dan iPhone Makin Terhubung
Fokus utama chip ini adalah memberikan pengalaman yang responsif, tetap dingin saat digunakan, serta memiliki daya tahan baterai yang mampu bertahan seharian.
Menariknya, Qualcomm tetap menyematkan NPU pada prosesor Snapdragon C.
Kehadiran komponen tersebut memungkinkan adanya fitur AI meskipun kemampuannya belum memenuhi standar perangkat Copilot+ PC dari Microsoft.
Hingga saat ini Qualcomm juga belum mengungkap spesifikasi teknis secara rinci.
Perusahaan hanya memastikan bahwa Snapdragon C tidak menggunakan inti Oryon seperti yang terdapat pada lini Snapdragon X.
Kemungkinan besar chip ini akan dipadukan dengan RAM 4 GB hingga 8 GB agar produsen dapat menekan harga perangkat ke level yang lebih terjangkau.
Sejumlah produsen besar seperti Acer, HP, dan Lenovo telah menyatakan kesiapannya menghadirkan laptop berbasis Snapdragon C.
Perangkat-perangkat tersebut diperkirakan mulai meluncur pada akhir 2026 dengan sistem operasi Windows 11.
Kehadiran Snapdragon C dinilai sebagai upaya Qualcomm dan para produsen PC untuk menghadirkan alternatif baru bagi Chromebook maupun laptop murah lainnya.
Jika performa dan efisiensi dayanya sesuai dengan klaim perusahaan, chip ini berpotensi menjadi pesaing serius di segmen laptop terjangkau yang selama ini didominasi perangkat berbasis Intel dan Chromebook. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama