RADARTUBAN - Baru-baru ini Parlemen Eropa dikabarkan akan mengganti Google dengan Qwant, mesin pencari asal Prancis, sebagai layanan pencarian bawaan di komputer internal mereka mulai 4 Juni.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Uni Eropa untuk memperkuat kedaulatan digital sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan yang beredar, pencarian yang dilakukan melalui bilah alamat di browser Firefox dan Microsoft Edge akan secara otomatis menggunakan Qwant.
Baca Juga: Insinyur Google Didakwa Gunakan Informasi Rahasia untuk Raup Rp 19 Miliar di Polymarket
Kendati begitu, anggota dan staf Parlemen Eropa tetap diberi kebebasan untuk mengubah mesin pencari default atau mengakses layanan lain, termasuk Google.
Dalam email yang dikirim kepada staf, Qwant disebut sebagai mesin pencari Eropa yang berfokus pada privasi pengguna.
Layanan ini dirancang untuk meminimalkan pelacakan aktivitas pengguna dan tidak mengumpulkan data pribadi secara berlebihan.
Perubahan tersebut sejalan dengan komitmen Parlemen Eropa dalam menjaga kedaulatan digital dan meningkatkan perlindungan data pribadi.
Kebijakan ini juga muncul menjelang pengumuman paket regulasi baru dari Komisi Eropa yang bertujuan memperkuat kemandirian teknologi kawasan.
Selama ini Google mendominasi pasar mesin pencari di Eropa dengan pangsa pasar sekitar 90 persen.
Namun, sejumlah legislator Eropa mendorong penggunaan alternatif lokal agar lembaga-lembaga Uni Eropa tidak terlalu bergantung pada layanan teknologi asing.
Qwant sendiri merupakan salah satu mesin pencari terbesar yang dikembangkan di Eropa.
Meski sebelumnya mengandalkan indeks pencarian Bing milik Microsoft, perusahaan tersebut kini mengembangkan indeks pencarian sendiri bernama Staan bersama Ecosia.
Langkah Parlemen Eropa ini menambah daftar inisiatif kawasan tersebut dalam memperkuat ekosistem teknologi lokal.
Sebelumnya, sejumlah pihak di Eropa juga mendorong penggunaan perangkat lunak dan layanan digital buatan dalam negeri sebagai alternatif produk teknologi dari Amerika Serikat.
Meskipun pergantian mesin pencari ini dianggap sebagai kemajuan bagi agenda kedaulatan digital Eropa, berbagai layanan teknologi asing lainnya, seperti paket produktivitas Microsoft, sistem email, hingga perangkat seluler, masih menjadi bagian penting dari infrastruktur digital lembaga-lembaga Uni Eropa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni