RADARTUBAN - Valve resmi mengumumkan akan mengakhiri program Steam Gift Card fisik yang selama ini telah dijual di berbagai toko ritel.
Perusahaan menyebut maraknya penipuan yang memanfaatkan kartu hadiah sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.
Dalam pembaruan halaman dukungannya, Valve menjelaskan bahwa stok kartu hadiah fisik yang saat ini masih beredar akan tetap dijual hingga habis.
Perusahaan memperkirakan kartu tersebut akan sepenuhnya menghilang dari rak toko pada akhir 2026.
Baca Juga: Federico Valverde di Real Madrid Memanas, Desakan Keluar Muncul Usai Konflik dengan Tchouaméni
Steam Gift Card pertama kali hadir di toko ritel pada 2012, sementara versi digital mulai diperkenalkan pada 2017.
Selama bertahun-tahun, Valve mengaku telah menerapkan berbagai langkah untuk menekan penyalahgunaan kartu hadiah, mulai dari menambahkan peringatan penipuan, membatasi proses penukaran, bekerja sama dengan pengecer dan aparat penegak hukum, hingga menghentikan penjualan di wilayah yang menunjukkan aktivitas mencurigakan.
Hanya saja, upaya tersebut dinilai belum cukup efektif.
Valve mengkui para pelaku penipuan terus beradaptasi dengan berbagai pembatasan yang diterapkan sehingga masih banyak korban yang dirugikan.
Meski produksi kartu fisik dihentikan, pengguna tidak perlu khawatir dengan saldo yang sudah dimiliki.
Valve memastikan seluruh Steam Gift Card fisik yang telah dibeli tetap dapat ditukarkan seperti biasa.
Selain itu, perusahaan juga akan terus menyediakan Digital Gift Card yang dibeli langsung melalui Steam.
Opsi digital ini dianggap lebih aman karena tidak mudah dimanfaatkan dalam skema penipuan yang sering menargetkan pengguna lanjut usia atau korban yang kurang memahami modus kejahatan digital.
Dengan langkah ini, Steam kemungkinan menjadi salah satu platform game besar pertama yang menarik kartu hadiah fisik dari pasar demi mengurangi risiko penipuan yang semakin marak terjadi di seluruh dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni