RADARTUBAN - Carl Pei, pendiri sekaligus CEO Nothing, mengungkapkan bahwa saat ini memori telah menjadi elemen paling mahal dalam proses pembuatan smartphone.
Pernyataan ini disampaikan Pei melalui media sosial X beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, biaya RAM dan penyimpanan (storage) saat ini bisa memakan lebih dari separuh total biaya material (bill of materials/BOM) sebuah smartphone.
RAM dan Storage Lebih dari 50 Persen BOM
Carl Pei menekankan bahwa kini RAM dan storage dapat menyumbang lebih dari 50 persen dari biaya material smartphone.
Baca Juga: Iran Sebut Kesepakatan Damai dengan AS Rampung, Penandatanganan Dijadwalkan 19 Juni di Swiss
Ini merupakan perubahan signifikan dari kondisi sebelumnya di mana komponen lain seperti chipet atau layar lebih dominan dalam struktur biaya.
"Kini, RAM dan storage dapat membentuk lebih dari 50 persen dari biaya material smartphone," jelas Pei.
Lonjakan Harga DRAM Akibat Kebutuhan AI
Para pengamat industri juga mencatat bahwa harga DRAM mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2026 akibat meningkatnya kebutuhan dalam bidang AI.
Kenaikan harga tersebut diperkirakan menambah biaya produksi sekitar 10 hingga 30 persen, tergantung pada spesifikasi perangkat.
Carl Pei juga mengklaim tren kenaikan biaya komponen berdampak langsung pada harga jual handphone baru.
Sejak Februari 2026, banyak ponsel yang dirilis dengan harga senilai 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,8 Juta.
Pengamat Industri menilai harga DRAM alamai Kenaikan melonjak tinggi pada 2026 Akibat kebutuhan AI. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni