RADARTUBAN - Apple belakangan telah mengumumkan perubahan besar bagi ekosistem iPhone di Brasil. Perusahaan asal Cupertino itu mulai mengizinkan distribusi aplikasi melalui toko aplikasi pihak ketiga.
Kebijakan ini membuat pengembang memiliki alternatif selain App Store untuk menyalurkan aplikasi serta menerima pembayaran dari pengguna.
Langkah tersebut mulai berlaku pada iOS 26.5 dan merupakan tindak lanjut dari tuntutan regulator persaingan Brasil, CADE, yang mendorong Apple membuka platform iOS terhadap persaingan yang lebih luas.
Baca Juga: Fokus Percepat Inovasi Produk, Apple Rombak Besar Tim Perangkat Keras
Meski membuka akses bagi pihak ketiga, Apple tetap menerapkan sejumlah persyaratan.
Setiap toko aplikasi alternatif wajib memperoleh persetujuan perusahaan, sementara aplikasi yang didistribusikan di luar App Store harus melalui proses pemeriksaan keamanan bernama Notarization.
Proses ini dirancang untuk mendeteksi malware, virus, dan ancaman keamanan lainnya sebelum aplikasi dapat diunduh pengguna.
Selain distribusi aplikasi, pengembang yang tetap menggunakan App Store kini dapat menawarkan metode pembayaran alternatif atau mengarahkan pengguna ke situs web eksternal untuk menyelesaikan transaksi digital.
Apple mengakui kebijakan baru ini berpotensi membawa risiko privasi dan keamanan, terutama bagi pengguna di bawah umur.
Karena itu, perusahaan menerapkan sejumlah perlindungan tambahan, termasuk pembatasan tautan eksternal dan metode pembayaran alternatif untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.
Dari sisi biaya, Apple juga melakukan penyesuaian. Komisi untuk transaksi digital di App Store Brasil kini dapat turun hingga 21 persen dari sebelumnya yang mencapai 30 persen.
Beberapa pengembang bahkan bisa memperoleh tarif lebih rendah melalui program khusus yang telah tersedia.
Sementara itu, aplikasi yang didistribusikan di luar App Store akan dikenakan biaya komisi sebesar 5 persen melalui skema yang disebut Core Technology Commission.
Apple menyebut biaya tersebut sebagai kompensasi atas penggunaan teknologi, alat pengembangan, dan layanan yang mendukung ekosistem iOS.
Kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan Apple di kawasan seperti Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.
Brasil kini menjadi negara terbaru yang berhasil mendorong Apple membuka akses lebih luas terhadap distribusi aplikasi di platform iPhone. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni