Andika Julia
RADARTUBAN - Tak lama setelah melangsungkan gelaran WWDC 2026, Apple mengisyaratkan adanya kenaikan harga pada sejumlah produknya dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Apple, Tim Cook, yang menyebut lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan membuat perusahaan tidak lagi mampu menahan seluruh beban biaya produksi.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Cook mengatakan Apple selama ini berupaya melindungi konsumen dari kenaikan harga.
Hanya saja, kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak memungkinkan bagi perusahaan untuk terus menyerap kenaikan biaya tersebut.
Baca Juga: Fokus Percepat Inovasi Produk, Apple Rombak Besar Tim Perangkat Keras
Menurut Cook, industri teknologi sedang menghadapi kelangkaan chip memori dan penyimpanan akibat tingginya permintaan dari sektor AI.
Kondisi tersebut membuat harga RAM dan SSD melonjak tajam, sedangkan pasokan untuk perangkat konsumen menjadi semakin terbatas.
Meski belum mengungkap produk mana yang akan mengalami kenaikan harga, sejumlah analis memperkirakan lini iPhone 18 yang dijadwalkan meluncur tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang terdampak.
Selain itu, lini perangkat seperti Mac dan iPad juga disebut berpeluang mengalami penyesuaian harga.
Apple bahkan dikabarkan membutuhkan kenaikan harga yang cukup signifikan untuk mempertahankan margin keuntungan saat ini.
Beberapa lembaga riset industri memperkirakan biaya komponen yang terus meningkat akan memberi tekanan besar terhadap produsen perangkat elektronik.
Cook menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang belum pernah dia saksikan sepanjang lebih dari empat dekade berkarier di industri teknologi.
Pria berumur 65 tahun tersebut menegaskan Apple akan berupaya mengamankan pasokan memori, meskipun tidak memiliki rencana untuk memproduksi chip memori dan penyimpanannya sendiri.
Apple bukan satu-satunya perusahaan yang terdampak krisis komponen ini.
Sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, dan Dell Technologies juga telah menyinggung dampak kenaikan biaya memori terhadap harga produk mereka. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni