RADARTUBAN - OpenAI baru-baru ini resmi menjalin kerja sama jangka panjang dengan Getty Images untuk menghadirkan koleksi gambar berlisensi ke dalam ChatGPT.
Melalui kesepakatan tersebut, konten visual milik Getty Images akan ditampilkan dalam berbagai hasil pencarian di ChatGPT.
Langkah ini diharapkan membuat jawaban yang diberikan AI menjadi lebih kaya secara visual sekaligus lebih terpercaya karena menggunakan materi berlisensi resmi.
CEO Getty Images, Craig Peters, mengatakan bahwa konten visual berkualitas tinggi dan memiliki lisensi yang jelas dapat meningkatkan kualitas layanan pencarian berbasis AI.
Menurutnya, kolaborasi ini akan membantu pengguna mendapatkan pengalaman yang lebih informatif saat menggunakan ChatGPT.
Baca Juga: Tak Sekadar Chatbot, ChatGPT Kini Bisa Menjalankan Tugas Sesuai Jadwal
Kendati begitu, kedua perusahaan belum mengungkapkan apakah gambar-gambar Getty akan digunakan untuk melatih model AI OpenAI.
Getty juga tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai aspek tersebut dalam pengumuman kerja sama mereka.
Kerja sama ini menjadi langkah menarik mengingat Getty sebelumnya dikenal cukup keras terhadap penggunaan konten oleh perusahaan AI.
Pasalnya pada tahun 2022, perusahaan tersebut melarang gambar hasil AI masuk ke platformnya dan kemudian menggugat Stability AI atas dugaan pelanggaran hak cipta.
Namun, sikap Getty mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 perusahaan meluncurkan layanan AI generatif sendiri yang dilatih menggunakan koleksi gambar miliknya.
Kemudian pada 2025, Getty menandatangani perjanjian serupa dengan Perplexity AI yang memungkinkan akses ke pustaka gambar mereka untuk kebutuhan pencarian berbasis AI.
Getty Images sendiri merupakan salah satu penyedia konten visual terbesar di dunia.
Melalui merek Getty Images, iStock, dan Unsplash, perusahaan ini mengelola jutaan foto serta bekerja sama dengan ratusan ribu fotografer, videografer, dan mitra konten di berbagai negara.
Dengan hadirnya gambar berlisensi dari Getty Images, pengguna ChatGPT diperkirakan akan memperoleh hasil pencarian yang lebih informatif, lengkap, dan memiliki sumber visual yang jelas. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni