Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Apple Seret OpenAI ke Pengadilan, Tuduh Curi Rahasia Dagang

Andika Julia Perdana Putra • Senin, 13 Juli 2026 | 18:55 WIB
Apple bawa OpenAI ke pengadilan atas dugaan pencurian rahasia dagang. (San Francisco Local News/Pinterest)
Apple bawa OpenAI ke pengadilan atas dugaan pencurian rahasia dagang. (San Francisco Local News/Pinterest)

RADARTUBAN - Hubungan antara Apple dan OpenAI kini memasuki babak baru yang penuh ketegangan. 

Setelah sempat bekerja sama menghadirkan integrasi ChatGPT ke iPhone pada tahun 2024, Apple kini menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang yang disebut digunakan untuk mempercepat pengembangan perangkat keras berbasis AI.

Gugatan yang diajukan di pengadilan federal California Utara itu menuduh OpenAI, divisi perangkat kerasnya io Products, serta dua mantan karyawan Apple, Tang Tan dan Chang Liu, terlibat dalam upaya memperoleh informasi rahasia milik Apple.

Tang Tan, yang kini menjabat sebagai Chief Hardware Officer OpenAI setelah perusahaan mengakuisisi io Products milik mantan desainer Apple Jony Ive yang sebelumnya berperan penting dalam pengembangan iPhone dan Apple Watch.

Baca Juga: MacBook Layar Sentuh Segera Hadir, Apple Andalkan Chip M5 Pro dan M5 Max

Sementara itu, Chang Liu merupakan mantan insinyur Apple yang bergabung dengan OpenAI pada tahun ini.

Dalam dokumen gugatan, Apple mengeklaim bahwa tindakan tersebut bukanlah ulah individu semata.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino i
Itu menyebut tindakan itu merupakan bagian dari upaya yang terkoordinasi untuk mendapatkan informasi penting mengenai pengembangan produk, proses manufaktur, hingga data pemasok internal Apple.

Selain itu, Apple juga menuduh Tang Tan mendorong kandidat yang melamar ke OpenAI untuk membawa komponen atau informasi eksklusif Apple saat proses wawancara. 

Sementara Chang Liu disebut menyimpan file rahasia perusahaan setelah mengundurkan diri serta mengakses data teknik internal tanpa izin.

Apple juga mengklaim terdapat dugaan upaya untuk menghindari prosedur keamanan perusahaan, termasuk tuduhan pencurian sebuah laptop milik Apple yang diduga berkaitan dengan pengambilan informasi sensitif.

Menurut Apple, seluruh informasi tersebut diduga dimanfaatkan untuk mempercepat ambisi OpenAI dalam mengembangkan kategori baru perangkat AI yang tengah dikerjakan bersama Jony Ive.

Perusahaan menilai pengembangan tersebut memperoleh keuntungan yang tidak semestinya dari pengetahuan internal Apple, alih-alih dibangun sepenuhnya secara mandiri.

Melalui gugatan ini, Apple meminta ganti rugi, pengembalian atau pemusnahan seluruh materi rahasia yang masih dimiliki para tergugat, serta perintah pengadilan agar OpenAI tidak lagi menggunakan ataupun memperoleh keuntungan dari rahasia dagang yang dipermasalahkan.

Hingga saat ini OpenAI belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Terlepas dari bagaimana hasil persidangan nantinya, kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu sengketa terbesar dalam persaingan industri perangkat keras AI yang kini semakin memanas. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #ChatGPT #iphone #openai #apple