RADARTUBAN - Bagi generasi 2000an, Winamp telah menjadi legenda musik player desktop. Setelah sekian kama tanpa kabar, pemutar musik tersebut resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Deezer.
Kerja sama ini akan menghadirkan layanan streaming musik premium yang akan menjadi bagian dari Winamp Player generasi terbaru.
Dalam pengumumannya, kemitraan ini dijadwalkan meluncur pada paruh pertama tahun 2027 dengan konsep baru yang menggabungkan musik lokal dan layanan streaming dalam satu aplikasi.
Melalui kerja sama ini, Deezer akan menyediakan teknologi streaming white-label beserta katalog musik globalnya.
Baca Juga: Discord Meluncur di Meta Quest dengan Dukungan Voice Chat dan Streaming Gameplay
Meski menggunakan infrastruktur Deezer, layanan berlangganan tersebut akan tetap hadir dengan identitas dan pengalaman pengguna ala Winamp.
Berbeda dari platform streaming pada umumnya, Winamp Player terbaru akan mengintegrasikan berbagai sumber audio dalam satu tempat.
Selain streaming musik premium, pengguna dapat mengakses koleksi musik lokal, stasiun radio internet, podcast, hingga penyimpanan musik berbasis cloud pribadi tanpa harus berpindah aplikasi.
Tak sampai disana, Winamp juga menjanjikan antarmuka yang lebih fleksibel dengan tingkat kustomisasi tinggi, fitur sosial baru, serta sistem penemuan dan pengelolaan musik yang dirancang ulang.
Perusahaan menyebut pengalaman berlangganan yang ditawarkan akan berbeda dari layanan streaming digital konvensional yang saat ini mendominasi pasar.
CEO Winamp Group, Alexandre Saboundjian mengatakan perusahaan ingin kembali mengubah cara orang menikmati musik seperti yang pernah dilakukan lebih dari 25 tahun lalu.
Menurutnya, dukungan teknologi streaming milik Deezer memungkinkan Winamp fokus membangun pengalaman musik yang menyatukan seluruh kebutuhan pengguna dalam satu platform.
Ditempat lain, Chief Commercial Officer Deezer, Julien Delbourg, mengatakan kemitraan ini sebagai langkah untuk membawa merek legendaris tersebut memasuki era baru.
Deezer akan mendukung visi Winamp melalui teknologi streaming, katalog musik global, dan pengalaman lebih dari dua dekade di industri musik digital.
Bersamaan dengan itu, Winamp mengungkapkan bahwa pemutar desktop klasiknya masih digunakan lebih dari 40 juta pengguna di seluruh dunia.
Setelah platform baru diluncurkan, aplikasi desktop tersebut juga akan mendapatkan integrasi layanan streaming premium yang didukung teknologi Deezer.
Meski begitu, Winamp menghadapi tantangan besar mengingat pasar streaming musik saat ini telah dipenuhi layanan mapan seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
Namun perusahaan optimistis perpaduan antara nuansa nostalgia, fleksibilitas pemutar musik klasik, serta fitur streaming modern mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar musik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni