Google Izinkan Watermark AI Gemini Dihapus, tapi Jejak Digital Tetap Ada

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:09 WIB
Google akan izinkan pengguna untuk hapus watermark dari Gemini yang tampak. (Adarsh Chauhan/Unsplash)
Google akan izinkan pengguna untuk hapus watermark dari Gemini yang tampak. (Adarsh Chauhan/Unsplash)

RADARTUBAN - Sudah sejak lama konten buatan AI kerap memiliki watermark membedakannya dengan konten buatan manusia.

Tetapi Google baru-baru ini akan memberikan pengguna pilihan untuk menghapus watermark yang terlihat pada gambar, video, dan lagu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Fitur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyeimbangkan kebutuhan transparansi dengan kebebasan pengguna dalam menggunakan konten AI untuk pekerjaan kreatif.

Wakil Presiden Gemini Google, Josh Woodward, mengatakan pengaturan untuk menonaktifkan watermark akan tersedia pada sejumlah model AI, termasuk Nano Banana, Omni, dan Lyria.

Baca Juga: Google Permudah Pembuatan Video dengan Gemini Omni di Google Vids

Fitur tersebut juga akan hadir di Gemini serta editor video Flow, sementara dukungan untuk Search akan menyusul.

Meski watermark yang terlihat dapat dihapus, Google memastikan mekanisme identifikasi lain tetap akan berjalan.

Watermark digital SynthID yang tidak terlihat dan metadata berdasarkan standar C2PA tidak akan terpengaruh oleh pengaturan tersebut.

SynthID memungkinkan konten AI tetap memiliki penanda yang tidak mudah terlihat secara kasatmata.

Dengan demikian, pengguna masih dapat memeriksa apakah sebuah gambar dibuat oleh AI melalui layanan Google yang mendukung proses identifikasi tersebut.

Google menyebut pengaturan untuk watermark terlihat akan mulai tersedia dalam beberapa hari. 

Nantinya pengguna dapat mengakses menu pengaturan media untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya.

Hanya saja, fitur tersebut tidak akan tersedia di negara yang mewajibkan adanya watermark berdasarkan peraturan setempat.

Uni Eropa menjadi salah satu wilayah yang menerapkan aturan lebih ketat mengenai transparansi konten AI, termasuk kewajiban pelabelan untuk konten deepfake yang tampak autentik.

Selain itu, Korea Selatan juga telah menerapkan pendekatan serupa.

Perubahan Google mencerminkan perdebatan yang semakin besar mengenai cara terbaik memberi tanda pada konten buatan AI.

Baca Juga: AI Diuji Saling Mematikan, Hasil Mengejutkan Gemini 3 Pro Tahan Shutdown hingga 95 Persen Percobaan

Watermark terlihat memang memudahkan masyarakat mengenali konten sintetis, tetapi keberadaannya juga dapat mengganggu penggunaan profesional, terutama bagi kreator yang membutuhkan hasil visual tanpa elemen tambahan.


Langkah Google muncul di tengah meningkatnya perhatian industri terhadap identifikasi konten AI. 

Anthropic sebelumnya menambahkan watermark berbasis C2PA yang tidak terlihat pada teks dan file yang dihasilkan Claude, sementara perusahaan lain juga mulai mengembangkan sistem pelabelan untuk membedakan konten buatan manusia dan AI. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
AI gemini konten watermark google