RADARTUBAN – Penggunaan jaringan 2G yang dinilai lambat untuk kebutuhan internet harian ternyata masih terus dipertahankan oleh para operator seluler di Indonesia.
Meskipun layanan 3G telah dimatikan lebih dahulu dan teknologi 4G serta 5G terus berkembang pesat, 2G tersebut tetap beroperasi karena peran vital sinyal keluaran tahun 1990-an di sektor industri dan perangkat elektronik otomatis.
Ketergantungan skala besar dari sektor usaha menjadi alasan utama sinyal 2G belum dipadamkan sepenuhnya.
Baca Juga: Mulai Akhir 2026, Spanyol Wajibkan Jaringan Seluler Tetap Menyala Saat Listrik Padam
Jaringan 2G Masih Diperlukan
Berbagai alat otomatis seperti pelacak kendaraan (GPS), mesin pemroses pembayaran EDC di kasir, sensor pabrik, hingga sistem alarm keamanan masih mengandalkan jaringan tua ini.
Perangkat-perangkat tersebut hanya mengirimkan laporan data teks berukuran sangat kecil secara berkala, sehingga sama sekali tidak membutuhkan kecepatan internet tinggi setara 4G maupun 5G.
Penghentian sinyal 2G secara mendadak berpotensi memicu kerugian besar bagi dunia usaha.
Ribuan perusahaan dan pelaku bisnis dipastikan harus mengganti seluruh perangkat lama dengan unit baru yang memakan biaya sangat mahal serta proses instalasi yang tidak sebentar.
Penghentiannya Dilakukan Bertahap
Guna mengantisipasi dampak ekonomi, pemerintah bersama pengelola operator seluler di Indonesia mulai menjalankan langkah penghentian jaringan 2G secara bertahap dan hati-hati sejak tahun 2026.
Skema transisi perlahan ini diambil agar proses penghentian sinyal tidak mengganggu roda perekonomian, transaksi keuangan perbankan, maupun operasional bisnis masyarakat.
Di samping faktor biaya penggantian alat, kelemahan sistem keamanan pada arsitektur 2G era lama juga menjadi pendorong utama percepatan migrasi ke jaringan modern secara aman.
"Dulu 2G adalah jaringan utama yang digunakan hampir semua HP. Sekarang 2G lebih seperti jaringan warisan yang dipertahankan karena masih ada perangkat dan layanan tertentu yang membutuhkannya," bunyi narasi dari kanal YouTube Nextgen-d5p ID. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari