GPS Ternyata Tidak Melacak Lokasi, Ini Rahasia Cara Kerjanya

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 08:54 WIB
Tampilan aplikasi navigasi digital yang memanfaatkan data GPS untuk memantau kondisi lalu lintas dan memberikan rekomendasi rute perjalanan. (Magnific)
Tampilan aplikasi navigasi digital yang memanfaatkan data GPS untuk memantau kondisi lalu lintas dan memberikan rekomendasi rute perjalanan. (Magnific)

RADARTUBAN - GPS sebenarnya tidak mengetahui posisi pengguna dengan cara melacak atau memotret lokasi dari satelit. 

Teknologi ini menentukan posisi dengan menghitung waktu tempuh sinyal radio yang dikirim satelit hingga diterima perangkat.

Cara kerja tersebut berbeda dari anggapan bahwa satelit GPS seolah-olah mengawasi posisi seseorang dari luar angkasa. 

Baca Juga: Dari Tablet Tanah Liat Hingga Teknologi Satelit, Begini Transformasi Panjang Sejarah Peta Dunia

Sistem ini justru mengandalkan perhitungan waktu yang sangat presisi untuk menentukan jarak perangkat terhadap satelit.

Dikutip dari kanal YouTube Kok Bisa?, satelit GPS memancarkan sinyal radio ke bumi secara terus-menerus. 

Ketika sinyal tersebut diterima ponsel, perangkat menghitung berapa lama sinyal melakukan perjalanan dari satelit.

"Oke yang banyak orang keliru ternyata GPS itu bukan kayak peta yang ngelihat lokasi kita dari atas. Ternyata yang diukur bukan posisi melainkan waktu. Ya GPS ternyata bekerja pakai jam," ujar narator.

Perhitungan tersebut dapat dilakukan karena sinyal radio bergerak dengan kecepatan cahaya. 

Artinya, perbedaan waktu yang sangat kecil sekalipun dapat memengaruhi perhitungan jarak dan akhirnya menentukan koordinat lokasi.

Untuk menjaga ketepatan pengukuran waktu, satelit GPS dilengkapi jam atom yang memiliki tingkat presisi sangat tinggi sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam menghitung perjalanan sinyal.

Sistem GPS juga memperhitungkan efek teori relativitas. Hal itu diperlukan karena satelit bergerak dengan kecepatan tinggi dan berada jauh dari permukaan bumi. 

Tanpa koreksi tersebut, perbedaan waktu pada sistem satelit dan perangkat di bumi dapat menyebabkan kesalahan posisi.

Butuh Empat Satelit untuk Menentukan Posisi

Perangkat umumnya membutuhkan sinyal dari sedikitnya empat satelit untuk menentukan posisi secara akurat. 

Data dari beberapa satelit tersebut kemudian digabungkan untuk menghitung koordinat pengguna.

Semakin presisi pengukuran waktu, semakin akurat pula posisi yang dapat ditentukan. 

Sebaliknya, kesalahan waktu yang sangat kecil dapat menghasilkan pergeseran lokasi yang cukup jauh.

"Buat gambaran kalau jam atom ini melenceng 10 nano detik aja lokasinya bisa error dan geser sampai 3 m," lanjutnya.

Teknologi GPS kemudian berkembang jauh melampaui fungsi dasarnya sebagai penunjuk lokasi. 

Sistem navigasi yang digunakan sehari-hari juga dapat memberikan informasi mengenai kondisi lalu lintas secara real-time.

Informasi tersebut diperoleh melalui kombinasi data historis lalu lintas dan pergerakan perangkat dalam jumlah besar. 

Ketika banyak pengguna bergerak lebih lambat di ruas jalan yang sama, sistem dapat mengidentifikasi adanya perlambatan atau kemacetan.

Data itu kemudian digunakan aplikasi navigasi untuk memperkirakan waktu perjalanan sekaligus menawarkan rute alternatif.

Jadi Penopang Transportasi Online

GPS juga menjadi salah satu teknologi penting dalam layanan transportasi online. Data lokasi digunakan untuk menentukan jarak perjalanan, memperkirakan waktu tempuh, hingga mendukung penghitungan tarif.

"GPS juga membuat hidup jauh lebih mudah. Di balik itu semua GPS juga membantu para pengemudi transportasi online. Bukan hanya sekadar tidak terjebak macet, tapi agar kerja kerasnya pun lebih terukur," ujar narator.

Di balik tampilan sederhana berupa titik lokasi pada layar ponsel, GPS merupakan perpaduan antara teknologi satelit, pengukuran waktu berpresisi tinggi, fisika, serta pemrosesan data.

Teknologi tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari alamat, menentukan rute perjalanan, hingga menggunakan layanan transportasi online.(*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
aplikasi navigasi lokasi gps satelit