Bukan Sekadar Main Gim, Ini Alasan Arena Arcade Masih Diminati di Era Serba Digital

Jessyca Diva Edhelwise • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:04 WIB
Suasana arena permainan arcade fisik yang menyajikan berbagai gim interaktif sebagai rekreasi hiburan keluarga di era digital. (pinterest.com)
Suasana arena permainan arcade fisik yang menyajikan berbagai gim interaktif sebagai rekreasi hiburan keluarga di era digital. (pinterest.com)

RADARTUBAN – Ponsel pintar dan konsol rumahan membuat akses terhadap gim semakin mudah. Namun, perkembangan teknologi tersebut ternyata tidak serta-merta membuat arena permainan arcade kehilangan peminat.

Pusat hiburan seperti Timezone, Fun World, hingga Amazing masih dapat ditemukan di berbagai pusat perbelanjaan. Di tengah persaingan dengan gim digital, bisnis arcade justru memiliki cara tersendiri untuk mempertahankan pengunjung.

Fenomena tersebut dibahas kanal YouTube Duzzle melalui tayangan yang mengulas strategi bisnis sekaligus psikologi konsumen di balik keberlangsungan arena permainan arcade.

Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Gim

Menurut ulasan Duzzle, arena arcade tidak lagi harus bersaing langsung dengan ponsel pintar maupun konsol dalam hal kecanggihan teknologi gim.

Kekuatan utamanya justru terletak pada pengalaman bermain secara langsung. Pengunjung dapat mencoba berbagai mesin permainan yang membutuhkan interaksi fisik dan sulit direplikasi sepenuhnya di rumah.

Baca Juga: Bapak Paling Jujur, Film Komedi Politik yang Bongkar Gimik Kampanye dan Janji Para Cagub

Contohnya adalah simulator bola basket, permainan tembak dengan efek imersif, hingga simulator balapan yang dilengkapi kontrol fisik.

Pengalaman tersebut membuat arena arcade tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang berkumpul bagi keluarga, teman, maupun komunitas.

“Di era yang serba instan ini, arena arcade tidak lagi menjual persaingan teknologi gim canggih dengan ponsel atau konsol, melainkan mengedepankan pengalaman fisik yang interaktif serta fungsi sebagai ruang sosial,” jelas narator dalam tayangan Duzzle.

Konsep tersebut membuat arena permainan fisik dapat menjadi bagian dari aktivitas rekreasi ketika masyarakat menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.

Saldo Digital dan Psikologi Konsumen

Selain pengalaman bermain, model transaksi menjadi salah satu bagian yang menarik dari bisnis arcade.

Duzzle menyoroti penggunaan kartu atau saldo digital yang menggantikan transaksi uang tunai untuk memainkan mesin. Pengunjung cukup mengisi saldo, kemudian menggunakannya pada berbagai permainan yang tersedia.

Sistem tersebut dapat membuat pengeluaran terasa berbeda dibandingkan ketika pemain harus menyerahkan uang tunai untuk setiap permainan.

Tarif permainan yang ditentukan berdasarkan sejumlah poin tertentu juga dapat meninggalkan saldo kecil di dalam kartu. Sisa saldo tersebut terkadang tidak cukup untuk digunakan memainkan satu permainan lagi.

Jika jumlah sisa saldo kecil tersebut terakumulasi dari banyak pengunjung, nilainya dapat menjadi bagian dari pendapatan pengelola.

Dengan demikian, sistem pembayaran bukan sekadar memudahkan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari model bisnis arena permainan.

Baca Juga: Mengenal The Game of Life, Buku Florence Scoville Shinn yang Membahas Pikiran dan Hakikat Realitas

Mesin Permainan Dirancang Mempertahankan Minat

Daya tarik arcade juga berasal dari mekanisme permainan yang membuat pengunjung ingin mencoba kembali.

Sejumlah mesin menawarkan permainan berbasis ketangkasan dengan sistem tiket atau hadiah. Pemain memperoleh tiket berdasarkan hasil permainan dan dapat menukarkannya dengan hadiah tertentu.

Sensasi mendapatkan hasil, memperoleh tiket, atau nyaris mencapai target dapat memberikan pengalaman yang membuat permainan terasa lebih menarik.

Menurut ulasan Duzzle, mekanisme seperti kejutan dan kondisi “hampir menang” dapat mendorong pemain untuk kembali mencoba. Dalam praktiknya, hal tersebut juga berkaitan dengan keputusan pengunjung untuk kembali mengisi saldo.

Namun, ketertarikan tersebut tidak hanya berasal dari mekanisme permainan. Faktor sosial, pengalaman bersama teman atau keluarga, serta suasana arena juga menjadi bagian dari daya tarik arcade.

Arcade Beradaptasi dengan Era Digital

Keberadaan arena arcade di tengah perkembangan gim digital menunjukkan bahwa bisnis hiburan tidak selalu harus mengandalkan teknologi paling baru untuk bertahan.

Ada pengalaman yang ditawarkan arcade yang sulit digantikan oleh gim di layar ponsel atau konsol, terutama interaksi fisik dan aktivitas bersama orang lain.

Karena itu, arena arcade dapat mengambil posisi sebagai pelengkap hiburan di pusat perbelanjaan, bukan sekadar tempat untuk memainkan gim.

Baca Juga: Ingin Jadi YouTuber Game, Bocah 9 Tahun Malah Habiskan Rp 2 Miliar

Perpaduan antara pengalaman fisik, fungsi sosial, sistem pembayaran digital, dan mekanisme permainan menjadi bagian dari strategi yang membuat bisnis arcade masih memiliki ruang di tengah perubahan industri hiburan.

Pada akhirnya, daya tahan arena arcade bukan hanya soal seberapa canggih mesin permainan yang ditawarkan. Kemampuan membaca kebiasaan dan pengalaman konsumen menjadi faktor penting dalam menjaga bisnis tersebut tetap menarik di era serba digital. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Arcade psikologi gim digital konsol