Selain menambah estetika taman yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu, pemkab juga berencana mendesainnya agar lebih representatif.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi mengatakan, Taman Kapur bisa jadi lebih difokuskan untuk usia anak-anak.
Pertimbangan utamannya, taman yang menempati bekas perusahaan kapur tersebut terdapat cukup banyak rusa. Jumlahnya sekitar 54 ekor.
''Anak-anak sangat suka melihat rusa-rusa tersebut. Nanti akan dibuatkan tempat yang lebih baik. Supaya anak-anak lebih nyaman berinteraksi,'' tuturnya.
Selain itu, kata Agung, sapaannya, seluruh fisik bangunan maupun tatanan Taman Kapur akan diubah dan ditambah. Salah satu yang ditambah adalah bangunan musala.
Terkait desain taman secara menyeluruh, dia belum bisa menyampaikan. Pasalnya, desain taman yang disodorkan instansinya kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dirasa belum pas.
''Masih direvisi oleh beliau (bupati Tuban, Red),'' imbuhnya.
Terkait dana yang disiapkan untuk perombakan Taman Kapur, pejabat penggemar klub sepak bola Liverpool ini menyampaikan, Pemkab Tuban telah menganggarkan dana Rp 1,9 miliar. Sumbernya dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Agung mengatakan, pengerjaan konstruki taman direncanakan dimulai pada triwulan kedua tahun ini. Sedangkan untuk lelangnya kemungkinan dilakukan pertengahan Maret atau awal April mendatang.
Selain Taman Kapur, kata Agung, tahun ini pemkab berencana merevitalisasi empat tempat publik lainnya. Meliputi, Taman Hutan Kota, GOR Ranggajaya Anoraga, rest area, alun-alun, dan Pantai Boom. Menurutnya, tempat-tempat tersebut direvitalisasi karena memang sudah waktunya.
''Supaya menjadi indah kembali. Membuat Tuban lebih representatif,'' pungkasnya. (sab/ds) Editor : Amin Fauzie