Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Skema Baru untuk Angkutan Peziarah Wisata Religi. Baca Halaman All

Amin Fauzie • Rabu, 15 Februari 2023 | 01:25 WIB
TERUS DITATA: Becak yang mangkal di pintu gerbang menuju wisata religi makam Sunan Bonang Tuban di Jalan KH Mustain. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
TERUS DITATA: Becak yang mangkal di pintu gerbang menuju wisata religi makam Sunan Bonang Tuban di Jalan KH Mustain. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com – Pemkab Tuban terus mencari formula yang tepat untuk menata angkutan umum bagi peziarah wisata religi. Terutama peziarah Makam Sunan Bonang dan Makam Asmoroqondi dengan pengunjung terbanyak.

Diharapkan, ramainya kunjungan wisata tersebut dapat memicu hidupnya angkutan masal di Bumi Ronggolawe.

[irp posts="6447" ]

Pemkab memiliki skema baru penyelenggaraan angkutan wisata Sunan Bonang dan Asmoroqondi. Pada Senin–Kamis dan Sabtu, rombongan peziarah akan diarahkan di area parkir Makam Tundung Musuh dan salah satu restoran di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang. Selanjutnya, mobil penumpang umum (MPU) akan menjemput peziarah untuk diantarkan ke Terminal Wisata Kebonsari dan naik becak ke Makam Sunan Bonang. Skema yang sama berlaku untuk kepulangan peziarah.

Khusus Jumat dan Minggu tidak ada perubahan skema. Seluruh rombongan peziarah tetap menuju Terminal Wisata Kebonsari dan dilanjutkan naik becak menuju Makam Sunan Bonang. Rencana penataan transportasi ini berdasarkan hasil audiensi Pemkab Tuban sejak Desember.

Audiensi dengan perwakilan paguyuban MPU, pengayuh becak, dan pedagang tersebut berlangsung di Ruang Command Center Pendapa Kridha Manunggal Tuban pada akhir pekan lalu.Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan, setelah melakukan audiensi berkaitan dengan penyelenggaran angkutan wisata religi Sunan Bonang dan Maulana Ibrahim Asmoroqondi, pemkab langsung bergerak cepat menyiapkan penataan transportasi hingga muncul kesepakatan dalam audiensi yang dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah terkait. Mereka adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Bambang Irawan, Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban Gunadi, serta Forkopimka Tuban dan Palang pada akhir pekan lalu.

Mas Lindra, sapaan akrabnya, mengungkapkan, audiensi digelar untuk mencari solusi terbaik terkait penyelenggaraan angkutan wisata religi Sunan Bonang dan Maulana Ibrahim Asmoro Qondi. Tujuannya, meningkatkan pelayanan bagi peziarah dan wisatawan yang akan berkunjung ke Bumi Ronggolawe.

‘’Agar peziarah dan wisatawan merasa nyaman dan mau kembali lagi,’’ ujarnya.

Menindaklanjuti hasil audiensi, Mas Lindra meminta seluruh pihak yang mengikuti dialog agar mematuhi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya sampai dengan dikeluarkannya kebijakan terbaru.

Dia menegaskan, pemkab akan mengevaluasi hasil pelaksanaan kesepakatan tersebut bersama polres dan stakeholder terkait.

‘’Paling lambat dua minggu mendatang akan ada pemberitahun lebih lanjut,” ujar mantan anggota DPRD Pro vinsi Jatim itu.

Mas Lindra juga meminta semua pihak untuk bekerja dengan jujur dan saling menghormati. Begitu juga pengurus paguyuban diharapkan mampu berkomunikasi dengan anggotanya maupun dengan organisasi lain. Harapannya, tercipta kondisi yang nyaman dan aman dalam beraktivitas dan menjemput rezeki. (yud/ds) Editor : Amin Fauzie
#sunan bonang tuban #wisata religi di tuban #skema baru angkutan peziarah wisata di tuban #Makam Sunan Bonang #peziarah sunan bonang