RADARTUBAN - TasteAtlas, platform kuliner global, baru saja merilis daftar kopi terbaik dunia tahun 2025. Dalam daftar bergengsi tersebut, tiga kopi asal Indonesia berhasil masuk, menunjukkan kualitas dan cita rasa kopi Tanah Air yang diakui secara internasional.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kopi Luwak dari Gayo Kopi, yang menempati peringkat kelima dan masuk dalam 10 persen teratas daftar tersebut.
Kopi ini menjadi yang terbaik di Asia, hanya kalah dari beberapa kopi unggulan Afrika dan Amerika Latin.
Gayo Kopi dikenal sebagai perusahaan spesialis kopi Wild Kopi Luwak premium, dengan biji yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Sumatra Utara.
Dengan skor 4,7 dari 5, kopi ini menonjol berkat metode pengolahan yang etis, memastikan bahwa kopi luwak mereka dikumpulkan dari musang liar tanpa praktik penangkaran yang merugikan hewan.
Menyusul di daftar ini adalah Toarco Toraja, yang meskipun tidak masuk dalam 10 persen teratas, tetap memperoleh skor tinggi, yaitu 4,6 dari 5.
Kopi ini berasal dari dataran tinggi Toraja, Sulawesi, dan diproses dengan metode cermat oleh PT Toarco Jaya, hasil kerja sama antara mitra Indonesia dan Jepang.
Salah satu keunggulannya adalah biji peaberry, yang hanya terjadi secara alami pada 5–10 persen ceri kopi. Biji ini berbentuk lebih bulat dibanding biji kopi biasa dan dikenal memiliki rasa yang lebih terkonsentrasi.
Diproses dengan metode washed (dicuci penuh), kopi ini menghasilkan karakteristik rasa yang bersih dan cerah. Saat dipanggang ringan, Toarco Toraja menghadirkan perpaduan rasa manis dan rempah dengan tekstur lembut.
Posisi berikutnya ditempati oleh Kopi Luwak Authentic Arabica, yang terkenal karena rasa kompleks dan aroma khasnya.
Diproses melalui metode alami, kopi ini dihasilkan dari biji Arabika pilihan yang dikonsumsi oleh musang, kemudian difermentasi dalam sistem pencernaannya sebelum diekskresikan dan diproses lebih lanjut.
Ciri khasnya adalah perpaduan rasa yang lembut dengan aroma yang luar biasa, menciptakan pengalaman minum kopi yang unik.
Dengan cita rasa yang khas, kopi ini menjadi salah satu pilihan eksklusif bagi pecinta kopi premium di seluruh dunia.
Sementara itu, satu-satunya kopi yang masuk dalam satu persen teratas daftar TasteAtlas dan menduduki posisi pertama adalah Finca El Injerto Pacamara dari Guatemala.
Kopi ini berasal dari wilayah pegunungan Huehuetenango, Guatemala, di ketinggian 1.720 meter di atas permukaan laut.
Varietas Pacamara, hasil persilangan Pacas dan Maragogipe, dikenal dengan biji yang lebih besar serta profil rasa yang unik.
Keasamannya menyerupai mandarin, dengan nuansa buah tropis seperti persik dan nanas, serta aftertaste yang tahan lama.
Diproses dengan pengolahan basah dan perendaman selama 24 jam di mata air, kopi ini menghasilkan cita rasa yang kaya dan berlapis.
Dengan metode pemetikan manual dan pengeringan alami di bawah sinar matahari, Finca El Injerto Pacamara menawarkan pengalaman kopi yang luar biasa bagi para penikmat sejati.
Selain daftar kopi terbaik, TasteAtlas juga merilis daftar kedai kopi terbaik dunia, di mana Anomali Coffee dari Indonesia berhasil menempati peringkat ke-78.
Didirikan pada tahun 2007, Anomali Coffee dikenal sebagai pemanggang kopi spesialis yang menawarkan kopi berkualitas tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Penilaian ini didasarkan pada kualitas kopi, pelayanan, praktik keberlanjutan, serta opini publik dan ulasan para ahli.
Masuknya Anomali Coffee dalam daftar ini semakin menegaskan bahwa kopi Indonesia, baik dari segi biji maupun kedai, semakin mendapat tempat di panggung global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni