RADARTUBAN - Saat perayaan Waisak berlangsung di Magelang, kawasan Candi Borobudur tak hanya menjadi pusat upacara keagamaan.
Namun juga magnet wisata yang kaya akan nilai budaya dan spiritual.
Di sekitar kompleks candi ini, tersebar beragam destinasi menarik yang cocok disinggahi sebelum atau sesudah mengikuti prosesi Waisak.
Mulai dari candi-candi Buddha lainnya, museum, hingga tempat sarapan mewah di puncak bukit, semuanya bisa dijangkau dengan mudah.
Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat wisata sekitar Candi Borobudur yang cocok disinggahi saat Waisak:
Candi Mendut: Warisan Buddha yang Religius
Berjarak sekitar 4 kilometer dari Borobudur, Candi Mendut menyimpan arca Buddha, Avalokitesvara, dan Vajrapani dalam ukuran besar.
Relief-relief yang menggambarkan cerita moral dari kitab Jataka dan Pancatantra menambah nilai historis.
Wihara Mendut yang berada di sampingnya menghadirkan suasana religius yang tenang, ideal untuk refleksi spiritual setelah Waisak.
Candi Pawon: Singgah Singkat Sarat Makna
Terletak di antara Candi Borobudur dan Candi Mendut, Candi Pawon menyimpan keunikan arsitektur dan relief Kalpataru serta kinara-kinari.
Meski kecil dan tanpa arca, tempat ini tetap menarik dikunjungi terutama di pagi hari.
Wisata ini menarik dikunjungi dan lokasinya tidak jauh dari Candi Borobudur.
Bukit Rhema: Gereja Ayam dan Panorama Merapi
Terkenal lewat film AADC 2, Bukit Rhema atau yang kerap disebut Gereja Ayam menyuguhkan pemandangan spektakuler dari mahkota bangunan.
Selain sebagai tempat berdoa, lokasi ini menawarkan tur refleksi budaya dan spot foto yang menenangkan.
Museum Samudra Raksa: Jelajah Maritim dari Relief Borobudur
Museum ini menampilkan kapal replika dari relief candi yang menggambarkan pelayaran Nusantara ke Afrika Timur.
Fasilitas interaktif seperti sinema digital “Petualangan Raka” sangat cocok untuk anak-anak dan keluarga.
Svargabumi Borobudur: Spot Foto Sawah yang Kekinian
Dengan latar hamparan sawah dan panorama Bukit Menoreh, Svargabumi menawarkan lebih dari 20 spot foto, seperti ayunan dan jembatan bambu.
Tempat ini juga ramah anak dan dilengkapi kafe ringan.
Punthuk Setumbu: Siluet Borobudur Saat Matahari Terbit
Spot ini jadi favorit para pemburu sunrise dengan siluet Borobudur dan Gunung Merapi dari kejauhan.
Trekking ringan sejauh 15–20 menit akan terbayar dengan panorama yang menakjubkan.
Dagi Abhinaya: Sarapan Mewah di Bukit Dagi
Pengalaman sarapan ala piknik dengan sajian khas Jawa dan pemandu sejarah Borobudur menjadikan tempat ini istimewa.
Suasananya cocok untuk pasangan maupun keluarga.
Wisata Kelinci Borobudur: Ramah Anak dan Penuh Aktivitas
Tempat ini menawarkan interaksi langsung dengan lebih dari 30 kelinci.
Ada juga terapi ikan, panahan, trampolin, serta spot foto rumah hobbit, cocok sebagai destinasi keluarga.
Borobudur Land Wringin Putih: Wahana Seru untuk Semua Usia
Dengan wahana seperti Rainbow Slide dan Kereta Mini, serta area food court, taman ini ideal sebagai pelengkap liburan Waisak.
Tiket terusan tersedia untuk akses lebih hemat.
Kampung Seni Borobudur: Pusat Budaya Modern
Berada hanya 700 meter dari Borobudur, tempat ini menghadirkan museum seni, toko oleh-oleh, kuliner tradisional, dan pertunjukan seni dalam satu kawasan yang tertata rapi.
Watu Putih Borobudur: Batu Unik di Ketinggian
Batu putih menyerupai kepala Buddha menjadi ikon lokasi ini.
Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat perkampungan sekitar dengan udara segar yang menenangkan.
Enam Langit Borobudur: Pengalaman Mewah di Alam Terbuka
Dari restoran joglo yang elegan, pengunjung bisa menyantap menu fine dining sambil menikmati panorama enam gunung.
Tersedia juga penginapan eksklusif, cocok untuk honeymoon atau healing.
Candi Borobudur tetap menjadi pusat perhatian saat Waisak, tapi deretan destinasi di sekitarnya bisa memperkaya pengalaman spiritual maupun liburan keluarga Anda.
Mulai dari spot sunrise di Punthuk Setumbu, hingga wisata kekinian seperti Svargabumi Borobudur, semua bisa menjadi bagian tak terlupakan dari perayaan Waisak Anda tahun ini.
Tak hanya untuk umat Buddha, semua wisatawan dapat merasakan ketenangan dan kekayaan budaya kawasan ini. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama