Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Hanya Nikmat dan Otentik, Inilah 5 Makanan Tradisional Jawa yang Miliki Filosofi Kehidupan

Amaliya Syafithri • Minggu, 1 Juni 2025 | 03:06 WIB
Klepon, salah satu makana  tradisional yang ternyata miliki folosofi kehidupan
Klepon, salah satu makana tradisional yang ternyata miliki folosofi kehidupan

RADARTUBAN - Makanan tradisional Jawa ada banyak jenisnya. Setiap jenisnya memiliki berbagai filosofi tersendiri yang kebanyakan mengajarkan kita tentang kehidupan.

Masyarakat Jawa memandang segala sesuatu dari pengalaman hidup.

Itulah mengapa bahkan makanan pun memiliki filosofi di dalamnya.

Inilah 5 makanan tradisional Jawa dengan filosofinya : 

1. Klepon (Kanti Lelaku Pesti Ono)

Filosofi ini memiliki arti bahwa ketika kita menjalani hidup dengan berbagai masalah pasti akan ada jalan keluarnya.

Orang Jawa mengambil makna tersebut dari proses pembuatan klepon yang tidak mudah.

Menurut buku etnografi kuliner, klepon melambangkan kesuburan dan kesederhanaan serta kerap dihidangkan sebagai kudapan di acara tasyakuran.

Dilansir dari postingan akun Instagram @omahcantrik.

Baca Juga: Ingin Awet Muda dan Panjang Umur? Berikut Rahasia Makanan Sehat Ala Orang Jepang

2. Tumpeng (Metu Dalan Kang Lempeng)

Manusia harus menjalani kehidupannya di jalan yang tepat, yaitu jalan yang lurus dengan penuh keyakinan, semangat, dan fokus.

Bentuk kerucut dari tumpeng adalah lambang dari sifat alam semesta dan manusia yang selalu berawal dan berakhir pada sang pencipta.

Selain itu, juga melambangkan harapan agar kehidupan yang dijalani seseorang selalu mengalami peningkatan menjadi lebih baik.

3. Wajik (Wani Tumindak Becik)

Filosofi dari makanan tradisional yang satu ini memiliki arti berani berbuat baik yang secara tidak langsung mengajarkan kita semua untuk selalu berbuat baik terhadap sesama.

Makanan ini terbuat dari campuran gula merah, santan kelapa, dan beras ketan yang memiliki rasa manis dan bertekstur agak lembek.

4. Lepet (Elek e Disimpen Sing Rapet)

Artinya setiap keburukan disimpan dengan rapat. Keburukan atau aib seseorang janganlah diumbar dan harus ditutup rapat-rapat.

Makanan ini adalah salah satu masakan Jawa Tengah yang sering dijumpai saat lebaran, terutama lebaran ketupat.

Bahan yang digunakan untuk membuat lepat adalah beras ketan yang diisi kacang kemudian dimasak di dalam santan.

Baca Juga: Rawon: Hidangan Sup Daging Ikonik Indonesia Menghiasi Daftar 10 Makanan Paling Enak Dunia 2025

5. Apem (Affuwun atau Afwan)

Artinya yaitu ampunan atau maaf. Di zaman dulu masyarakat Jawa kesulitan untuk mengucapkan kata affuwun atau afwan, sehingga disebut apem.

Makanan ini dianggap sebagai simbol permohonan ampun kepada sang pencipta.

Kue ini sering dibuat dan dibagikan menjelang lebaran atau setelah Ramadan sebagai tradisi "ngapem" atau "nyuwun apem."

Apem juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara syukuran atau selamatan.

Di beberapa daerah lain, kue apem dijadikan sebagai salah satu makanan utama dalam tradisi "mapak poso" sebelum bulan Ramadan, dan "nutupi" ketika menjelang hari raya.

Ternyata makanan yang selama ini kita anggap sebagai makanan khas yang otentik dan rasanya enak juga memiliki filosofi mendalam. Filosofi-filosofi itu mengajarkan kita tentang kehidupan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#filosofi #makna #Kehidupan #makanan tradisional #apem #jawa #klepon