RADARTUBAN- Musim nyebar undangan pernikahan sudah tiba. Tiap akhir pekan, selalu ada agenda kondangan, entah itu teman lama, saudara jauh, atau tetangga sebelah rumah.
Di Jawa Timur, ada satu hal yang selalu ditunggu-tunggu dalam setiap resepsi pernikahan, dan bukan, bukan dekorasi megah atau hiburan panggung.
Yang ditunggu adalah rawon, hidangan berkuah hitam yang jadi primadona di tiap acara.
Nggak peduli apakah resepsi digelar di hotel mewah atau sekadar di lapangan dengan tenda sederhana, rawon hampir selalu ada.
Makanan berbahan dasar daging sapi dengan kuah hitam pekat dari kluwek ini seolah menjadi menu wajib dalam setiap acara kondangan.
Tentu, di banyak resepsi pernikahan di Jawa Timur, selain rawon, ada juga soto yang sering tersaji di meja prasmanan.
Soto dengan kuah bening dan aroma rempah yang kuat memang punya tempat tersendiri di hati masyarakat.
Rasanya segar, cocok dinikmati kapan saja, dan sering jadi pilihan bagi tamu yang menginginkan sajian yang lebih ringan.
Tapi tetap saja, rawon adalah bintangnya. Kalau soto bisa ditemukan di warung-warung kapan saja, rawon punya kesan lebih spesial karena kehadirannya tidak selalu mudah ditemui dalam keseharian.
Begitu melihat kuah hitam pekat dengan potongan daging sapi yang menggiurkan, tamu undangan biasanya langsung mengincarnya.
Jadi, meskipun soto selalu ada sebagai alternatif, tetap saja rawonlah yang paling dinanti dan paling cepat habis di setiap resepsi pernikahan di Jawa Timur!
Kalau di daerah lain, makanan spesial di pernikahan biasanya kambing guling atau menu-menu fancy lainnya, di Jawa Timur, rawon adalah incaran utama.
Bukan cuma karena rasanya yang khas dan bikin nagih, tapi juga karena ada faktor ekonomi yang membuat kehadiran rawon semakin spesial.
Di beberapa daerah, terutama di kalangan masyarakat tertentu, daging masih dianggap sebagai bahan makanan yang mahal.
Tidak semua orang bisa memasak daging setiap hari atau bahkan seminggu sekali.
Kalau ada daging di rumah, biasanya hanya digunakan sebagai kaldu untuk sop atau hidangan lainnya yang lebih hemat.
Maka dari itu, resepsi pernikahan jadi kesempatan emas untuk menikmati rawon.
Bagi banyak tamu undangan, ini adalah momen langka di mana mereka bisa menikmati olahan daging dengan porsi yang lebih layak.
Berhubung pilihan masakan daging di acara pernikahan sering kali terbatas, rawon jadi target utama sebagian besar tamu.
Ada kepuasan tersendiri saat bisa menikmati semangkuk rawon hangat di tengah riuhnya acara pernikahan.
Kuah hitam yang kaya rempah berpadu dengan potongan daging empuk, plus sedikit kecambah dan sambal, sungguh sebuah kenikmatan tiada tanding.
Duh, saya menulis ini kok malah jadi pengin makan Rawon, ya, xixixi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni