Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Asal-Usul Pretzel: Camilan Simpul Unik Bernuansa Doa dan Sejarah Panjang

Belinda Eka Salsabilla • Selasa, 1 Juli 2025 | 14:29 WIB
Dari bahan sederhana hingga bentuk religius, inilah asal-usul dan evolusi pretzel yang kini jadi camilan global penuh makna.
Dari bahan sederhana hingga bentuk religius, inilah asal-usul dan evolusi pretzel yang kini jadi camilan global penuh makna.

RADARTUBAN - Pretzel yang kita kenal sebagai camilan yang renyah di luar, lembut di dalam, dan gurih ini ternyata menyimpan kisah panjang sejak ribuan tahun lalu.

Bentuk simpulnya yang ikonik ini bukan hanya sekedar gaya, namun memiliki simbol sarat makna, religius sekaligus budaya.

Konon diperkirakan, pada abad ke-6 atau ke-7, para biarawan di wilayah Italia atau Jerman Selatan menciptakan pretzel sebagai hadiah kecil untuk murid-muridnya yang sedang belajar berdoa.

Mereka membentuk adonan menjadi simpul yang unik melambangkan tangan yang sedang menyilang ketika berdoa.

Nama “pretzel” sendiri dipercaya berasal dari kata Latin bracellae (“lengan kecil”), yang kemudian diadopsi ke dalam bahasa Jerman menjadi brezel, dan akhirnya melahirkan istilah “pretzel” yang kita gunakan hari ini.

Selain itu, camilan ini makna religius yang erat dengan masa Prapaskah (Lent), yaitu periode puasa sebelum Paskah.

Karena terbuat dari bahan-bahan dasar seperti tepung, air, garam, dan tanpa susu, telur, atau lemak, maka pretzel menjadi pilihan sempurna yang sesuai dengan aturan pantang saat itu.

Di Beberapa budaya, pretzel juga menjadi simbol keberuntungan dan kasih sayang.

Di abad ke-12, keluarga di Jerman menggunakan pretzel sebagai simbol cinta dan harapan saat pernikahan.

Pretzel tradisional sering dibentuk dalam 3 lubang, karena dilambangkan pada Simbol Tritunggal Kudus (Bapa, Anak, dan Roh Kudus).

Menariknya lagi, Amerika Serikat bahkan peringati Hari Pretzel Nasional (National Pretzel Day) di tiap 26 April.

Kini, pretzel telah berevolusi menjadi berbagai bentuk, mulai dari soft pretzel hangat yang empuk hingga hard pretzel renyah.

Varian rasa nya juga sudah beragam, mulai dari keju, coklat, karamel, hingga pretzel dengan isian.

Bahkan kini pretzel juga digunakan sebagai topping ice cream, pelengkap salad, atau bahan dasar dessert kekinian. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#italia #Pretzel #camilan #paskah #telur #lemak #garam #jerman #religius #air #susu