Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wisatawan Mancanegara Serbu Jawa Timur, Warga Tiongkok Mendominasi

Bihan Mokodompit • Senin, 4 Agustus 2025 | 18:35 WIB
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim terus naik, namun wisatawan domestik justru menurun.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim terus naik, namun wisatawan domestik justru menurun.

RADARTUBAN – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur melalui Bandara Internasional Juanda pada Juni 2025 tercatat sebanyak 34.092 kunjungan.

Angka ini tidak hanya menunjukkan kenaikan sebesar 2,04 persen dibandingkan bulan Mei 2025 (33.409 kunjungan), tetapi juga lonjakan signifikan 36,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (25.015 kunjungan).

Capaian ini menjadi indikasi positif bahwa daya tarik pariwisata Jawa Timur mulai bangkit kembali dan diminati wisatawan asing.

Yang menarik, wisatawan asal Tiongkok menduduki posisi teratas dalam kontribusi kunjungan dengan total 8.942 orang, atau sekitar 26,23 persen dari total kunjungan.

Disusul Malaysia dengan 7.913 kunjungan dan Singapura sebanyak 4.783 kunjungan. Kunjungan dari Singapura bahkan mencatatkan peningkatan tertinggi secara bulanan, yakni 57,59 persen dibandingkan Mei 2025.

Secara kumulatif, pada periode Januari hingga Juni 2025, jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur mencapai 149.272 kunjungan.

Meski pertumbuhannya hanya 0,15 persen dibandingkan periode sama 2024, hal ini tetap menunjukkan konsistensi daya tarik Jawa Timur di mata wisatawan global.

Perjalanan Wisnus Menurun, Tapi Kota Surabaya Tetap Favorit

Berbeda dengan tren wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada semester pertama 2025 justru mengalami penurunan.

Perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur tercatat 113,42 juta, turun 3,91 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Bahkan, wisnus asal Jawa Timur juga menyusut sebesar 4,51 persen menjadi 105,67 juta perjalanan.

Namun secara bulanan, data Juni 2025 menunjukkan adanya perbaikan. Perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur meningkat 10,15 persen dibandingkan Mei 2025, dan naik 5,95 persen dibandingkan Juni 2024.

Kota Surabaya menjadi destinasi utama dengan 2,17 juta perjalanan, setara 11,57 persen dari total kunjungan.

Sementara dari sisi daerah asal, Surabaya juga mendominasi dengan 3,01 juta perjalanan, diikuti Sidoarjo. Di sisi lain, Kota Kediri mengalami penurunan terbesar secara tahunan, yakni 35,40 persen.

Hotel Bintang 2 Jadi Favorit, Jombang Tertinggi dalam TPK

Sektor akomodasi turut mencerminkan geliat pariwisata. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada Juni 2025 tercatat sebesar 51,81 persen, naik dari Mei yang hanya 49,26 persen.

Hotel bintang 2 menjadi yang paling laris dengan TPK mencapai 56,21 persen.

Kabupaten Jombang menempati posisi teratas dengan TPK hotel bintang sebesar 70,08 persen, diikuti Gresik dan Banyuwangi.

Sebaliknya, Kabupaten Tuban mencatat TPK terendah sebesar 25,41 persen.

Perbedaan ini sangat dipengaruhi oleh infrastruktur, aksesibilitas, dan daya tarik destinasi wisata di masing-masing wilayah.

Untuk hotel non-bintang, TPK juga menunjukkan kenaikan menjadi 23,26 persen pada Juni 2025, naik dari Mei yang sebesar 21,54 persen.

Lama Menginap Wisatawan Asing Lebih Panjang

Faktor lain yang patut disorot adalah lama menginap tamu, khususnya wisatawan asing.

Pada hotel klasifikasi bintang, rata-rata lama menginap (RLMT) tamu asing mencapai 1,86 hari pada Juni 2025, mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya. Sedangkan RLMT keseluruhan tercatat 1,43 hari.

Wisatawan domestik cenderung menginap lebih singkat dibanding wisatawan mancanegara.

Tren ini memberikan gambaran bahwa wisatawan asing memiliki kecenderungan untuk mengeksplorasi lebih dalam berbagai destinasi di Jawa Timur.

Optimisme dan Tantangan ke Depan

Melihat angka kunjungan wisman ke Jawa Timur yang terus meningkat serta membaiknya indikator akomodasi, sektor pariwisata daerah ini menunjukkan potensi pemulihan yang kuat.

Namun, penurunan perjalanan wisatawan nusantara dan rendahnya tingkat penghunian kamar di beberapa daerah menunjukkan bahwa tantangan tetap ada.

Pemerintah dan pelaku industri perlu lebih proaktif dalam memperkuat promosi, perbaikan infrastruktur, serta meningkatkan kualitas layanan wisata agar Jawa Timur tetap kompetitif di pasar domestik maupun internasional. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisatawan #bps #Mancanegara #Badan Pusat Statistika #tiongkok #Jawa Timur #Malaysia