Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antara Gua Ngerong dan Gua Akbar, Wisatawan yang Datang ke Tuban Lebih Banyak Pilih Mana? Ini Jawabannya

Andreyan (An) • Selasa, 14 Oktober 2025 | 02:35 WIB

 

Ribuan kelelawar menggantung pada langit-langit Gua Ngerong.
Ribuan kelelawar menggantung pada langit-langit Gua Ngerong.

RADARTUBAN - Wisata Gua Akbar dan Gua Ngerong di Desa Rengel, Kecamatan Rengel sama-sama menjual keindahan alam gua.

Namun, dari segi pendapatan masih lebih tinggi Gua Ngerong.

Berdasar data yang dihimpun dari Disbudporapar Tuban, pada 2024 lalu, jumlah wisatawan di Gua Ngerong tercatat sebanyak 35 ribu pengunjung.

Dengan harga tiket Rp 7.000 per orang, maka total pendapatan yang diterima mencapai Rp 245 juta.

Sedangkan jumlah kunjungan wisata Gua Akbar selama 2024 tercatat Rp 23 ribu pengunjung.

Dengan harga tiket Rp 8.000 per orang, maka total PAD selama setahun mencapai Rp 184 juta. Hanya kurang lebih 75 persen dari pendapatan Gua Ngerong.

Sementara di 2025 hingga September ini, jumlah kunjungan wisata di Gua Ngerong tercatat kurang lebih 20 ribu pengunjung.

Sedangkan di Gua Akbar tercatat sekitar 17 ribu pengunjung.

Pengelola Wisata Gua Ngerong, Arif Marianto mengungkapkan, Gua Ngerong resmi dibuka menjadi tempat wisata pada era 90-an.

Dan secara berkelanjutan hingga saat ini, tempat wisata yang jaraknya hanya selemparan batu dari kantor Kecamatan Rengel itu mempertahankan ciri khas ekosistem alami gua.

Yakni, berupa sumber mata air alami dari dalam pegunungan kapur.

Dan yang tidak kalah penting, terang Arif, adalah mempertahankan unsur kesakralan dan kearifan lokal.

Salah satu ekosistem alami yang masih bertahan di Gua Ngerong hingga saat ini adalah keberadaan ikan keramat dan ribuan kelelawar yang menggantung di langit-langit gua.

Seperti saat wartawan koran ini berkunjung ke objek wisata tersebut kemarin (12/10), kedua hewan sakral itu masih tampak lestari.

‘’Penyegaran (renovasi fasilitas, Red) pada objek wisata ini pastinya selalu dilakukan, hanya saja kami bersama warga desa telah bersepakat bersama-sama untuk menjaga warisan ekosistem dan sejarah yang ada di Gua Ngerong,’’ ujarnya.

Disampaikan Arif, jumlah kunjungan paling banyak biasanya terjadi pada momen pergantian tahun, libur lebaran, dan libur sekolah.

‘’Omzet meningkat mulai 50-80 persen setiap kali momen liburan tiba, bahkan biasanya kami mengerahkan tenaga tambahan,’’ bebernya.

Nilai sakral yang tetap terjaga di Gua Ngerong rupanya menjadi salah satu faktor objek wisata yang berada di bawah bukit pegunungan di Kecamatan Rengel itu tak pernah ditinggalkan para wisatawan dan masih tetap eksis hingga saat ini.

Bahkan beberapa kali—dalam menandai momen tertentu, seperti saat peringatan Hari Jadi Desa Rengel, lokasi Gua Ngerong selalu menyuguhkan kirab budaya tradisi warga lokal yang turut dipadati pengunjung maupun wisatawan.

Kendati geliat pengunjung tak seramai wisata pantai di Tuban, namun pendapatan wisata yang dikelola pemerintah desa selalu konsisten mengungguli wisata Gua Akbar yang dikelola Pemkab Tuban. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisata #Tuban #pad #Disbudporapar #Gua Akbar