Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketika Wisata Desa Lebih Mengalir: Silowo Lampaui Bektiharjo dalam Pendapatan

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 14 Oktober 2025 | 02:50 WIB
Para pengunjung menikmati keindahan wisata air di Silowo, Kecamatan Merakurak, kemarin (12/10).
Para pengunjung menikmati keindahan wisata air di Silowo, Kecamatan Merakurak, kemarin (12/10).

RADARTUBAN - Seperti halnya Pantai Boom dan Pantai Kelapa yang sama-sama menjual potensi bahari, lalu Gua Akbar dan Gua Ngerong yang juga sama-sama mengandalkan keindahan alam gua, wisata Pemandian Bektiharjo yang dikelola Pemkab Tuban juga tidak jauh beda dengan potensi wisata air di Silowo, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak.

Sama-sama mengandalkan potensi sumber mata air.

Namun, dalam hal pendapatan lagi-lagi jauh berbeda.

Di wisata Silowo, misalnya, pada 2024 lalu bisa mencapai hampir Rp 800 juta. Dua kali lipat dari pendapatan rata-rata Pemandian Bektiharjo yang hanya kurang lebih Rp 440 juta.

Ketua Pokdarwis Silowo, Maliki mengatakan, wisata yang dikelola pokdarwis dituntut cerdas dalam mengambil peluang.

Sebab, tidak ada modal lain yang bisa diandalkan kecuali mencari sendiri.

Beda dengan wisata yang dikelola pemerintah daerah, yang pendanaan operaionalnya ditanggung oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

‘’Kuncinya (dalam mengelola wisata, Red) harus terus berinovasi. Ketika dulu (wisata Silowo, Red) banyak diminati karena fasilitas perahu kano, kini ditambah beberapa tempat baru, seperti kolam renang anak dan pemandian dengan pancuran. Tidak kalah penting sebagai penunjang, juga menyiapkan spot foto baru agar pengunjung bisa tetap berfoto,’’ ujarnya.

Hanya saja, terang Maliki, jumlah kunjungan wisata selama 2025 ini merosot tajam dibanding tahun lalu.

Dan itu terjadi di hampir semua tempat wisata. Faktornya, kondisi ekonomi Indonesia yang tidak baik-baik saja.

‘’Tahun lalu, jumlah pengunjung saat akhir pekan bisa ratusan. Sekarang, bisa tembus 200 pengunjung saja alhamdulillah,’’ bebernya.

Lantaran jumlah kunjungan wisata selama 2025 merosot hampir 50 persen, maka pendapatan tahun ini juga diprediksi merosot.

Sulit untuk mencapai target pendapatan seperti 2024.

‘’Tapi target kami tetap Rp 800 juta dalam setahun, semoga bisa,’’ tandasnya.

Kepala Disbudporapar Tuban Muhammad Emawan Putra mengungkapkan, pengembangan wisata Pemandian Bektiharjo cukup sulit karena terganjal status kepemilikan tanah.

‘’Berbeda dengan wisata Pantai Boom dan Gua Akbar yang dokumen kepemilikan lahannya jelas dimiliki pemkab, Pemandian Bektiharjo masih belum jelas statusnya. Faktor inilah yang menjadi dilema bagi kami untuk melakukan perbaikan atau semacamnya,’’ keluhnya.

Lebih lanjut, Emawan mengatakan, kendati pendapatan dari ketiga wisata yang dikelola Pemkab Tuban kalah jauh dibanding wisata swasta atau yang dikelola pokdarwis, namun setiap tahun selalu mencapai target.

‘’Alhamdulillah masih selalu mencapai target,’’ tandasnya. (fud/an/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Wisata Silowo #Pemandian Bektiharjo #apbd