Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lebih dari Sekadar Seduhan, Oza Sudewo Bongkar Filosofi dan Budaya Teh yang Mulai Terlupakan di Indonesia

Silva Ayu Triani • Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:05 WIB

 

Ilustrasi teh dan gorengan, kombinasi klasik yang merefleksikan budaya minum teh santai di Indonesia.
Ilustrasi teh dan gorengan, kombinasi klasik yang merefleksikan budaya minum teh santai di Indonesia.

RADARTUBAN - Teh telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Namun, di balik popularitasnya sering kali hanya dianggap sebagai minuman biasa tanpa pemahaman lebih dalam mengenai nilai budaya dan filosofi di baliknya.

Padahal, warisan teh jauh lebih kaya dari sekadar komoditas.

Dalam podcast Uncensored with Andini Effendi yang tayang di kanal YouTube Cauldron Content, master blender teh sekaligus pengusaha teh asal Bandung, Oza Sudewo, membagikan kisah dan wawasan mengenai dunia teh Indonesia dan global.

Ia menjelaskan bahwa kualitas daun teh sangat penting untuk rasa teh yang nikmat.

Teh jenis specialty memiliki rasa yang jauh lebih kompleks dan kaya dibandingkan dengan teh komersial biasa di pasaran.

Selain itu, air yang digunakan pun berpengaruh besar. Proses penyeduhan juga penting, mulai dari alat seduh sampai suhu air agar bisa mengeluarkan aroma dan rasa terbaik.

"Air itu ibunya teh karena 97 persen kandungan teh adalah air,” ujar Oza.

Dari sisi budaya, teh memiliki filosofi berbeda di setiap tempat. Di Cina, teh disambungkan dengan keindahan alam dan perasaan yang menguatkan.

Di Jepang, minum teh bahkan jadi ritual yang sangat serius dan penuh makna spiritual.

Sayangnya, di Indonesia budaya minum teh lebih santai dan belum meresap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Hal ini juga dipengaruhi oleh sejarah penjajahan yang membuat budaya teh di Indonesia tidak berkembang seperti di negara lain.

Sebagai seorang pengusaha, Oza tidak menampik bahwa jalan yang ditempuhnya penuh tantangan. Ia pernah mengalami kegagalan dan kebangkrutan dalam menjalankan bisnisnya.

Namun, semangatnya untuk terus belajar, termasuk mendapatkan ilmu pencampuran teh dari luar negeri, membuatnya terus maju.

"Jatuh bangun dalam bisnis teh itu nyata, tapi kalau tidak lanjut, pengalaman selama bertahun-tahun jadi sia-sia," jelas Oza.

Berkat ketekunan itu, bisnis tehnya kini mulai bangkit kembali dan menunjukkan perkembangan positif

Selain membahas kualitas dan budaya, perbincangan juga menyinggung isu-isu kontemporer, seperti kekhawatiran masyarakat terhadap mikroplastik dalam teh celup.

Minat tinggi pada teh matcha yang sedang tren, dengan warna menarik dan khasiat kesehatannya, juga menjadi topik hangat.

Secara keseluruhan, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk mengubah perspektif: teh bukan hanya minuman rutin.

Teh adalah simbol ketenangan dan filosofi hidup yang mengajarkan kesabaran, penghayatan, dan seni menikmati setiap momen.

Melalui kisah dan wawasannya, ia mengajak publik untuk lebih menghargai teh sebagai warisan budaya yang mendalam. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#filosofi #warisan budaya #budaya #teh