Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bali Puncaki Daftar Destinasi Budaya Dunia 2025, Bukti Indonesia Tak Sekadar Indah tapi Bernyawa Budaya!

Tulus Widodo • Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:05 WIB

 

Bali Dinobatkan Sebagai Destinasi Budaya Terbaik Dunia 2025
Bali Dinobatkan Sebagai Destinasi Budaya Terbaik Dunia 2025

RADARTUBAN — Saat dunia diwarnai kecemasan atas ancaman asteroid yang disebut berpotensi menghantam Bumi pada 2032, kabar menggembirakan datang dari ranah kebudayaan.

Di tengah gempuran isu global itu, Bali justru mencuri perhatian dunia dengan dinobatkan sebagai destinasi budaya terbaik di dunia tahun 2025, versi survei global Tripadvisor yang dirilis melalui platform riset Seasia.stats.

Pulau Dewata mengungguli sembilan destinasi lain dari berbagai benua, termasuk Hanoi - Vietnam di posisi kedua, London - Inggris (3), Marrakesh-Maroko (4), dan Roma - Italia (5).

Lima besar ini memperlihatkan betapa kuatnya perpaduan antara warisan sejarah, seni hidup, dan pengalaman lokal yang autentik masih menjadi magnet utama wisata dunia.

“Peringkat ini bukan sekadar soal pantai atau resor mewah. Bali menang karena rohnya — upacara, tari, aroma dupa, dan falsafah hidup yang tetap berdenyut di tengah modernitas,” ujar salah satu pengamat pariwisata internasional yang dikutip dari laporan tersebut.

Masuknya Bali di posisi puncak menjadi sinyal kuat bahwa Asia Tenggara kini tak lagi pelengkap dalam peta pariwisata budaya dunia, tetapi pusat gravitasi baru.

Selain Bali, kawasan ini juga diwakili oleh Hanoi - Vietnam (2) dan Siem Reap - Kamboja (10) — membuktikan bahwa kekayaan budaya di kawasan ini masih hidup dan relevan.

Kontras dengan Ancaman Langit

Menariknya, laporan lain dari Sky Survey yang juga dirilis Seasia.stats menyebut India, Pakistan, dan Bangladesh sebagai tiga negara dengan risiko tertinggi terdampak asteroid pada tahun 2032.

Meski peluang benturan disebut masih rendah, para ilmuwan memperingatkan bahwa populasi padat dan wilayah urban di Asia Selatan membuat dampak potensialnya bisa luar biasa besar.

Beberapa negara Afrika dan Amerika Latin — seperti Ethiopia, Sudan, Nigeria, Venezuela, Kolombia, dan Ekuador — juga tercatat dalam daftar risiko tersebut.

“Jika jatuh di daratan, efeknya bukan hanya gelombang kejut, tetapi bisa mengubah sistem iklim jangka panjang,” tulis laporan tersebut.

NASA dan lembaga antariksa global kini memperketat pemantauan lintasan asteroid itu.

Upaya kolaboratif internasional tengah digalang untuk mengembangkan sistem peringatan dini dan mitigasi global, agar tak satu pun negara menghadapi ancaman itu sendirian.

Refleksi: Dunia di Dua Ujung Realitas

Dunia kini berdiri di antara dua kenyataan ekstrem — di satu sisi, manusia terus merayakan keindahan budaya, sejarah, dan spiritualitas seperti di Bali; di sisi lain, menghadapi ancaman kosmik yang bisa meniadakan semua itu dalam sekejap.

Namun, sebagaimana filosofi Bali tentang Rwa Bhineda — keseimbangan antara gelap dan terang, bencana dan anugerah — mungkin justru di sanalah letak kekuatan umat manusia: bertahan, mencipta, dan tetap menari di bawah langit yang sama, seberapa pun rapuhnya bumi ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#destinasi budaya terbaik di dunia tahun 2025 #warisan #Destinasi Budaya Dunia 2025 #Spiritualitas #bali