Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sleman Kaji Wahana Kereta Gantung Rute Breksi-Banyunibo Sepanjang 8 KM untuk Dongkrak Wisata DIY

Amaliya Syafithri • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi wahana kereta gantung. (RADAR TUBAN/AI)
Ilustrasi wahana kereta gantung. (RADAR TUBAN/AI)

RADARTUBAN - Sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman, bersiap menyambut era baru pariwisata modern berbasis teknologi transportasi udara. 

Pemerintah Kabupaten Sleman saat ini tengah melakukan pengkajian mendalam terkait rencana megaproyek investasi pariwisata buatan berupa wahana kereta gantung (cable car) yang diberi nama Prambanan Heritage Skyline. 

Proyek spektakuler dengan taksiran nilai investasi mencapai Rp 200 miliar ini diinisiasi murni oleh investor nasional dan dirancang untuk mendongkrak konektivitas pariwisata di kawasan cagar budaya Prambanan.

Baca Juga: Viral di Medsos, Gua Nganten Rengel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru

Berdasarkan rancangan awal dan kajian tata ruang, wahana kereta gantung ini direncanakan akan membentang sepanjang 8 kilometer di atas udara. 

Jalur kereta gantung ini secara khusus didesain untuk menghubungkan tiga titik destinasi wisata populer yang kaya akan nilai sejarah dan keindahan alam di Kapanewon Prambanan. 

Rute operasional akan dibagi ke dalam tiga stasiun utama, yakni stasiun keberangkatan awal yang berlokasi di kawasan asri Candi Banyunibo, stasiun transit pertengahan yang berada di sekitar area Candi Miri, dan stasiun akhir yang ditempatkan di puncak destinasi wisata ikonik Tebing Breksi.

Meskipun ide pembangunan ini telah disosialisasikan secara bertahap kepada warga lokal di Kalurahan Sambirejo dan Bokoharjo, proyek ini masih dalam tahap pemenuhan kelengkapan administratif perizinan, terutama mengenai Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). 

Tantangan utama tim di lapangan saat ini adalah melakukan proses penataan ulang data karena sebagian titik tiang pancang proyek berada di area Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). 

Pengelola wisata lokal berharap kehadiran kereta gantung ini tidak hanya menjadi daya tarik baru bagi pelancong eceran, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan luas bagi masyarakat lokal sekitar Prambanan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Prambanan Heritage Skyline #wahana kereta gantung