Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Long Weekend Dongkrak Wisata Tuban, Disbudporapar Ingatkan SOP Keselamatan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 18 Mei 2026 | 17:02 WIB
Pengunjung di destinasi wisata Silowo, Kecamatan Merakurak tampak ramai dan menikmati wisata kano. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)
Pengunjung di destinasi wisata Silowo, Kecamatan Merakurak tampak ramai dan menikmati wisata kano. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Libur panjang Kenaikan Isa Al Masih dan menjelang Idul Adha diprediksi membawa berkah melimpah bagi destinasi wisata di Bumi Ronggolawe. Jumlah kunjungan wisata diperkirakan naik berlipat-lipat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Silowo Maliki mengungkapkan, berkah libur panjang sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir, tepatnya saat momen libur dan cuti bersama Kenaikan Isa Almasih yang sambung menyambung dengan libur akhir pekan.

Dalam sehari—selama momen libur, jumlah kunjungan wisata alam bernuansa pohon sagu dan sungai jernih ini mencapai 300-400 orang per hari. Naik seratus persen lebih dibanding hari biasa. ‘’Kadang juga lebih dari 400 orang,’’ kata ujar Maliki kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Imbas dari kenaikan pelancong ini berbanding lurus dengan pendapatan yang diperoleh. Maliki mengungkapkan, peningkatan omzet pengelola cukup memuaskan.

Baca Juga: Sleman Kaji Wahana Kereta Gantung Rute Breksi-Banyunibo Sepanjang 8 KM untuk Dongkrak Wisata DIY

Dengan harga tiket Rp 5 ribu saat weekday dan Rp 6 ribu saat weekend, pendapatan destinasi ini bisa mencapai 7 hingga 9,3 juta dalam sekali periode libur panjang. Pendapatan ini belum termasuk perputaran ekonomi pedagang UMKM lokal yang berjualan di area wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban Mohammad Emawan Putra mengamini bahwa momentum tanggal merah yang berdekatan dengan akhir pekan selalu menjadi pemicu utama melonjaknya grafik kunjungan wisatawan secara signifikan, terutama rombongan keluarga.

‘’Dari laporan pengelola objek wisata di Tuban, hari biasa umumnya 200–300 orang, tapi saat long weekend jumlahnya bisa naik, bahkan menyentuh angka seribu atau lebih dalam satu hari," jelas Emawan.

Meski kunjungan wisatawan tersebar di berbagai destinasi wisata yang ada di Bumi Ronggolawe, pejabat lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur ini menyebut, destinasi pantai masih menjadi magnet utama bagi para pelancong datang ke Tuban. 

‘’Kemudahan akses menjadi salah satu alasan mengapa kawasan pantai selalu menjadi jujukan. Jalurnya yang searah dengan rute utama antarprovinsi mempermudah kendaraan wisata maupun mobil pribadi untuk langsung mampir,” lanjutnya. 

Mengantisipasi lonjakan wisatawan yang melimpah, pihaknya mengimbau dengan tegas kepada pengelola objek wisata untuk memperketat standar operasional prosedur keselamatan di area wisata.

Keberadaan petugas penjaga di wisata air seperti pantai dan air terjun wajib disiagakan untuk mencegah insiden buruk. 

Di sisi lain, sektor kuliner juga mendapat perhatian serius. Emawan menyoroti adanya potensi pelaku usaha kuliner yang aji mumpung dengan membandrol harga dagangannya secara tak wajar pada wisatawan. Dia meminta secara tegas pada pelaku kuliner di setiap destinasi wisata untuk menggunakan harga yang wajar dan tidak menaikkan secara ekstrem. 

‘’Kesan pertama wisatawan itu penting sebagaimana dalam Sapta Pesona, sekaligus memastikan jika wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik dan asyik saat berwisata kemari. Jangan sampai mereka kapok untuk berkunjung ke Tuban,” pungkasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #pokdarwis #Disbudporapar #Silowo