RADARTUBAN – Kondisi wisata Goa Akbar semakin memprihatinkan. Selain jumlah pengunjung yang terus menyusut, juga selalu gagal mencapai target pendapatan asli daerah (PAD).
Tahun lalu, misalnya, dari tiga tempat wisata yang dikelola Pemkab Tuban, hanya Goa Akbar yang tidak mencapai target PAD. Sementara dua wisata lainnya, yakni Pantai Boom dan Pemandian Bektiharjo berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Dari target Rp 260 juta, pendapatan Goa Akbar hanya mencapai Rp 216 juta. Sedangkan Pantai Boom, dari Rp 450 juta tercapai Rp 456 juta.
Baca Juga: Angkat Kearian Lokal, SMAN 3 Tuban Tampilkan Legenda Goa Ngerong di Tuban Specta Night Carnival 2025
Begitu juga Pemandian Bektiharjo, dari target Rp 440 juta terealisasi Rp 469 juta.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban M. Emawan Putra tak menampik lesunya performa Goa Akbar. Menurut dia, letak geografis masih menjadi persoalan utama yang membuat wisatawan enggan melirik goa eksotis di pusat kota tersebut.
‘’Lokasi wisata itu sangat memengaruhi kunjungan. Goa Akbar misalnya, karena berhimpitan langsung dengan pasar tradisional, wisatawan kemungkinan merasa kurang leluasa dan kurang nyaman saat berkunjung,’’ ujar Emawan kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Lebih lanjut, pejabat lulusan UPN Veteran Jawa Timur itu menyampaikan, Goa Akbar menjadi bukti bahwa mengelola wisata tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam.
Menurutnya, selain keindahan, tempat wisata juga harus nyaman, aman, tertib, bersih, dan membawa kesan mendalam terhadap pelancong.
‘’Destinasi wisata tidak akan populer kalau hanya mengandalkan pemandangan atau keindahan saja. Pengalaman kuliner, keramahan warga sekitar, hingga produk khas daerah adalah penunjang utama yang tidak bisa dipisahkan. Karena Sapta Pesona merupakan hal yang menunjang kepopuleran sebuah tempat wisata," pungkasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama