Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gua Kiskendo Kulon Progo, Wisata Alam Eksotis Sarat Legenda Subali–Sugriwa

Amaliya Syafithri • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:04 WIB
Ilustrasi Gua Kiskendo. (Tripjogja)
Ilustrasi Gua Kiskendo. (Tripjogja)

RADARTUBAN - Berada di gugusan Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menyimpan destinasi wisata alam yang eksotis sekaligus sarat akan nilai budaya. 

Objek wisata Gua Kiskendo menawarkan pesona stalaktit dan stalagmit memukau yang berpadu dengan cerita legenda pewayangan Jawa mengenai pertempuran besar kuno yang penuh dengan siasat dan kesalahpahaman tragis.

Berdasarkan cerita rakyat yang melekat kuat di masyarakat setempat, tempat ini diyakini sebagai lokasi Kerajaan Kiskendo yang dikuasai oleh dua raksasa sakti berkepala sapi dan kerbau, yaitu Mahesasura dan Lembusura. 

Legenda bermula ketika para dewa di kahyangan meminta bantuan kepada pahlawan kera kembar, Subali dan Sugriwa, untuk menumpas kedua raksasa tersebut karena telah mengacaukan ketenteraman jagat raya.

Baca Juga: Kabupaten Tuban adalah Opsi Liburan Paling Lengkap: Dari Pantai, Goa, sampai Gunung, Semua Ada

Sebelum memasuki perut bumi, Subali berpesan kepada adiknya, Sugriwa, untuk berjaga di luar celah pintu batu. 

Subali menegaskan bahwa jika air sungai yang mengalir keluar dari dalam gua berwarna merah, itu tandanya para raksasa telah tewas. 

Namun, jika air yang mengalir berwarna putih, hal itu menandakan dirinya yang gugur, dan Sugriwa diminta untuk segera menutup pintu gua menggunakan batu besar agar para raksasa tidak bisa meloloskan diri ke permukaan.

Di dalam kegelapan labirin batu, pertempuran sengit pun berkecamuk. Subali berhasil mengalahkan Mahesasura dan Lembusura dengan cara membenturkan kepala kedua raksasa tersebut hingga pecah. 

Nahas, hancurnya kepala raksasa membuat darah mereka yang berwarna merah bercampur dengan otak yang berwarna putih, sehingga air yang mengalir keluar gua berubah menjadi perpaduan warna merah dan putih.

Melihat aliran air tersebut, Sugriwa mengira kakaknya telah gugur bertaruh nyawa. 

Demi mematuhi mandat awal, Sugriwa dengan berat hati menyumbat mulut gua menggunakan bongkahan batu besar lalu pergi meninggalkan lokasi. 

Subali yang ternyata masih hidup akhirnya merasa dikhianati oleh adiknya sendiri karena terkurung di dalam kegelapan. 

Kisah mitologi yang dramatis ini diabadikan secara artistik oleh seniman lokal dalam bentuk relief pahatan batu yang terpampang nyata di dekat area pintu masuk objek wisata Gua Kiskendo. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Gua Kiskendo #legenda #kulon progo