RADARTUBAN – Pemkab Tuban mulai menata kawasan Pasar Atom yang selama bertahun-tahun mati suri.
Revitalisasi pasar tersebut yang kini direncanakan pemkab setempat diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan yang telah lama terbengkalai.
Lebih dari itu, penataan kawasan tersebut menjadi peluang untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi di sekitar Pantai Boom, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi di Bumi Ronggolawe.
Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, pasar di sisi selatan kawasan Wisata Pantai Boom itu kini nyaris kehilangan fungsinya sebagai pusat perdagangan. Aktivitas jual-beli di dalam pasar telah lama berhenti.
Baca Juga: Daya Tarik Wisata Baru: Jembatan Kaca Bromo Probolinggo Dipastikan Buka untuk Umum Akhir Juni Ini
Sebagian besar kios tutup. Hanya tersisa beberapa lapak di bagian timur dekat pintu masuk dengan kondisi bangunan yang sudah tidak layak.
Upaya menghidupkan kembali kawasan tersebut mulai diwujudkan pada tahun ini. Pemkab Tuban menyiapkan anggaran sekitar Rp 11 miliar untuk merevitalisasi Pasar Atom.
Tahap awal yang kini dijalankan adalah penyusunan perencanaan. Melalui laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Tuban, pemkab mengumumkan paket jasa konsultansi perencanaan revitalisasi Pasar Atom dengan nilai Rp 394 juta.
Paket tersebut mencakup penyusunan konsep penataan pasar, perancangan detail, hingga dokumen pendukung untuk proses lelang pekerjaan fisik. Adapun paket konstruksi dengan nilai sekitar Rp 11 miliar hingga kini masih belum memasuki tahap pelelangan.
Ketua Komisi III DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo mengatakan, pihaknya sejak lama mendorong penataan Pasar Atom dan Pasar Sore.
Menurut dia, keberadaan kedua pasar yang berdekatan dengan kawasan Wisata Pantai Boom memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Karena pasar yang berada di kawasan sekitar Wisata Pantai Boom itu bisa menjadi sentra ekonomi baru. Maka kami terus kawal proyek ini agar berjalan baik, supaya manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Tulus mengingatkan agar proses penataan dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan komunikasi dengan para pedagang. Sosialisasi, menurut dia, perlu dilakukan sejak awal untuk mencegah munculnya gejolak di lapangan.
“Kalau di area Pasar Atom masih ada pedagang, meski hanya satu orang agar segera disosialisasikan. Dengan demikian, ke depan tidak ada gejolak,” ujarnya.
Langkah berikutnya yang disiapkan pemkab, lanjut dia, menyiapkan tempat relokasi bagi pedagang.
Baca Juga: Viral di Medsos, Gua Nganten Rengel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi belum memberikan penjelasan mengenai konsep revitalisasi yang akan diterapkan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan mengenai bentuk bangunan yang akan dibangun. Begitu juga rencana pengembangan kawasan tersebut.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama