RADARTUBAN - Indonesia kembali mencuri perhatian dunia.
Di tengah persaingan ketat industri pariwisata global, Tanah Air sukses menempati peringkat kedua destinasi ramah muslim terbaik dunia dalam Mastercard CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026.
Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan utama wisata halal internasional.
Berdasarkan data yang dipublikasikan IndonesiaBaik.id mengacu pada GMTI 2026, Indonesia meraih skor 79, sejajar dengan Arab Saudi dan Turki.
Baca Juga: Godaan Arab Saudi Menggila: Raphinha Ditawar Rp 1,5 Triliun, Barcelona Dilema Besar
Namun Indonesia berhak menempati posisi kedua, hanya terpaut empat poin dari Malaysia yang memimpin daftar dengan skor 83.
Bukti Wisata Halal Indonesia Makin Diakui Dunia
Prestasi tersebut mempertegas daya saing Indonesia di sektor pariwisata berbasis kebutuhan wisatawan muslim.
Bukan hanya karena kekayaan destinasi alam dan budaya, tetapi juga semakin baiknya fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan.
GMTI mengukur daya saing destinasi wisata bagi wisatawan muslim melalui kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services).
Kerangka penilaian tersebut mencakup 17 indikator, mulai dari kemudahan akses transportasi, persyaratan visa, kualitas komunikasi, lingkungan yang nyaman, hingga ketersediaan layanan yang ramah bagi wisatawan muslim.
Malaysia Masih Teratas, Indonesia Tempel Ketat
Meski belum mampu menggeser Malaysia dari posisi puncak, pencapaian Indonesia menjadi sinyal positif bahwa kualitas layanan pariwisata nasional terus meningkat.
Bahkan, Indonesia kini berada di atas sejumlah negara yang selama ini identik dengan wisata halal, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Iran, Kuwait, hingga Oman.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim.
Baca Juga: Godaan Arab Saudi Menggila: Raphinha Ditawar Rp 1,5 Triliun, Barcelona Dilema Besar
Tantangan Berikutnya: Pertahankan Kualitas
Meski berhasil naik ke papan atas dunia, pekerjaan rumah Indonesia belum selesai.
Konsistensi dalam meningkatkan infrastruktur, konektivitas, kebersihan destinasi, layanan digital, hingga kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu agar Indonesia tidak hanya bertahan di posisi elite, tetapi mampu merebut predikat destinasi ramah muslim terbaik dunia pada tahun-tahun mendatang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama