Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ngopi Sambil Rendam Kaki, Kafe Aliran Sungai di Air Terjun Banyulangse Tuban Jadi Buruan Wisatawan

M. Mahfudz Muntaha • Minggu, 12 Juli 2026 | 16:01 WIB

 

Pengunjung Cafe di Banyulangse memilih duduk di aliran sungai karena lebih sejuk, bisa sekalian main air. (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)
Pengunjung Cafe di Banyulangse memilih duduk di aliran sungai karena lebih sejuk, bisa sekalian main air. (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)

RADARTUBAN – Di balik rimbunnya pepohonan di Desa Boto, Kecamatan Semanding, gemericik air menjadi musik yang menyambut setiap pengunjung Wisata Air Terjun Banyulangse.

Di tempat ini, menikmati alam tak lagi sekadar memandang air terjun, namun juga merasakan sensasi menyeruput secangkir kopi sambil merendam kaki di aliran sungai yang jernih.

Konsep sederhana itu menjadi daya tarik baru Banyulangse. Pengunjung dapat bersantai di area duduk yang berada tepat di aliran sungai, ditemani udara sejuk dan panorama alam yang masih terjaga. Suasana tersebut menjadi pilihan untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas sepanjang pekan.

Baca Juga: Daya Tarik Pantai Boom Tuban Meredup, Ini Usulan Strategi untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Setiap akhir pekan, kawasan wisata ini dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Mereka datang bersama keluarga maupun teman, menikmati kesejukan alam, bermain air, hingga menghabiskan waktu di kafe yang berada di sekitar air terjun.

Yunda Pratiwi, salah seorang pengunjung mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Banyulangse bersama teman-temannya. Baginya, tempat itu menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lain. "Di sini enak, bisa santai sambil ngopi sekaligus bermain air. Suasananya juga sejuk," ujar warga Kecamatan Tuban itu. 

Menurut Yunda, letak wisata yang jauh dari jalan raya membuat suasana terasa lebih tenang.

Kebisingan kendaraan berganti dengan suara dedaunan yang tertiup angin dan gemericik air sungai yang mengalir. "Kalau ingin mencari suasana yang benar-benar tenang di sini cocok sekali," imbuhnya.

Pengelola kafe di kawasan Wisata Banyulangse, Adi Kusumawijaya mengatakan jumlah pengunjung meningkat signifikan setiap akhir pekan.

Pada hari biasa wisatawan tetap berdatangan, namun lonjakan terjadi pada Sabtu dan Minggu. "Kalau akhir pekan bisa lebih dari seratus pengunjung dalam sehari," katanya.

Menurut Adi, sebagian besar pengunjung tidak hanya menikmati makanan dan minuman yang tersedia, tetapi juga memanfaatkan keindahan air terjun sebagai latar berfoto.

Karena itu, area duduk yang berada di tepi aliran sungai menjadi lokasi yang paling diminati.

Untuk menambah kenyamanan, pengelola juga menyediakan akses internet, sehingga pengunjung dapat langsung membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.

"Semakin banyak yang membagikan pengalaman di media sosial, semakin banyak pula orang yang mengenal café di Banyulangse yang dia kelola," pungkasnya.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Banyulangese #boto #Semanding #air terjun