RADARTUBAN - Keindahan Danau Ranu Kumbolo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menjadi daya pikat utama bagi para pencinta alam dari berbagai daerah.
Walau demikian, batas aman aktivitas pendakian saat ini masih dibatasi demi menjaga keselamatan para pendaki dari ancaman erupsi maupun aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Dalam sebuah dokumentasi perjalanan, sekelompok pendaki membagikan pengalaman mereka menempuh perjalanan menuju kawasan ikonik tersebut.
Pada kesempatan ini, rombongan tidak menargetkan puncak Mahameru, melainkan memfokuskan tujuan perjalanan hingga di Ranu Kumbolo demi keamanan bersama.
Baca Juga: Basarnas Pastikan 60 Pendaki yang Terjebak Erupsi Semeru di Ranu Kumbolo dalam Kondisi Aman
"Tujuan kami kali ini tuh enggak sampai ke puncak Gunung Semeru ya, cuma sampai ke Ranu Kumbolo aja dikarenakan ya memang Gunung Semeru itu masih sering batuk dan sering ada aktivitas vulkanik gitu," dikutip dari kanal YouTube Maskumis.
Meskipun tujuan perjalanan disesuaikan, pesona Ranu Kumbolo tetap menjadi ganjaran sepadan. Danau air tawar di ketinggian 2.400 MDPL ini menyajikan panorama perbukitan hijau yang asri serta pemandangan matahari terbit yang sangat memukau di antara dua bukit.
Perjalanan dimulai dengan menumpangi kereta api dari Bandung menuju Malang, lalu dilanjutkan menggunakan kendaraan minibus menuju titik awal pendakian di Desa Ranupani dengan estimasi waktu sekitar 1,5 jam.
Sebelum memulai perjalanan di jalur pendakian, para pendaki diwajibkan melalui serangkaian prosedur administrasi dan pendaftaran resmi yang selektif.
Semua anggota tim harus mengikuti instruksi di kantor Balai Taman Nasional Gunung Semeru. tahapan tersebut bertujuan untuk memberikan panduan mengenai aturan keselamatan, larangan selama di area konservasi, hingga pemeriksaan identitas resmi pendaki.
"Sebelum berangkat itu kita diberi arahan lagi sama guide-guide di sini atau dibriefing lah gitu pokoknya, setelah selesai baru kita memulai pendakian," ujarnya.
Mesti dihadapkan pada cuaca gerimis sejak awal perjalanan dari Desa Ranupani sekitar pukul 10.20 WIB, antusiasme para pendaki tidak luntur.
Persiapan perlengkapan yang matang seperti penggunaan jas hujan, payung, serta perbekalan logistik yang memadai menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan fisik selama di jalur pendakian.
Selama menyusuri trek, pendaki disuguhkan dengan pemandangan hutan yang rimbun dan udara segar pegunungan. Selain fisik yang prima, para pengunjung juga senantiasa diingatkan untuk membawa kembali seluruh sampah pribadi demi menjaga keasrian ekosistem danau.
Pada akhirnya, pendakian menuju Ranu Kumbolo bukan sekadar perjalanan fisik menaklukkan jalur alam, melainkan bentuk kedisiplinan dalam mematuhi aturan keselamatan serta menjaga kelestarian lingkungan.
Kepatuhan terhadap pengarahan petugas TNBTS dan persiapan logistik yang matang menjadi syarat mutlak demi terwujudnya pengalaman mendaki yang aman dan berkesan. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube Maskumis