RADARTUBAN - Kepulauan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat Daya terus tersohor hingga penjuru dunia sebagai destinasi wisata impian.
Wilayah yang kerap dijuluki sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi ini menawarkan bentang alam megah, kebudayaan yang kaya, serta kekayaan hayati bawah laut yang memikat perhatian para pelancong dari berbagai daerah.
Dalam sebuah dokumentasi perjalanan, seorang kreator membagikan pengalaman pertamanya menyusuri pintu gerbang menuju keajaiban Papua.
Perjalanan panjang yang menempuh waktu berjam-jam dari Pulau Jawa melalui penerbangan udara ini membawanya mendarat di Kota Sorong sebelum mengarungi perairan Raja Ampat.
"Penerbangan kali ini akan memakan waktu kurang lebih total 5 jam namun akan ada transit sejenak di Makassar. Dini hari dimulai dari Kota Bandung, saya harus menahan kantuk menempuh 2 sampai 3 jam menuju ke Bandara Soekarno-Hatta," dikutip dari kanal YouTube Arsal Bahtiar.
Baca Juga: Green Island Banyuwangi Viral, Panorama Alamnya Disebut Mirip Raja Ampat
Sesampainya di Sorong, wisata kuliner lokal menjadi agenda yang tak boleh terlewatkan. Salah satu masakan daerah yang paling diminati wisatawan adalah olahan rahang tuna bakar segar dengan bumbu khas pesisir.
Tingginya antusiasme pengunjung membuat tempat-tempat makan olahan laut di wilayah tersebut selalu dipadati pembeli.
Perjalanan kemudian dilanjutkan melintasi perairan menuju kawasan konservasi Raja Ampat meski harus berhadapan dengan cuaca ekstrem dan ombak musim angin barat.
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Kali Biru di Kampung Warsambin, sebuah sungai jernih berair dingin yang tersembunyi di tengah rimbunnya hutan belantara.
Tidak hanya Kali Biru, wisatawan juga mengunjungi Geopark Pianemo yang menjadi ikon dalam pecahan uang kertas Rp100.000. Untuk menikmati panorama gugusan pulau karang (kars) yang membentang di tengah lautan hijau toska, para pengunjung harus menaiki sekitar 300 anak tangga menuju puncak pengamatan.
"Saking bagusnya, saking uniknya, akhirnya dijadikan sebagai ikon yang ada di uang Rp100.000 di Indonesia. Semua orang yang datang ke Raja Ampat menyebutnya ini surga terakhir," Dilansir dari akun YouTube Arsal Bahtiar.
Petualangan terus berlanjut dengan mengunjungi Telaga Bintang, Desa Wisata Arborek, hingga fenomena alam Pasir Timbul di tengah laut.
Perjalanan ini membuktikan bahwa pesona alam Indonesia Timur tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga kehangatan interaksi dengan masyarakat lokal yang siap menyambut setiap wisatawan dengan ramah. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube Arsal Bahtiar.