RADARTUBAN - Topografi unik Kabupaten Tuban terus melahirkan deretan destinasi wisata alam baru yang memikat perhatian masyarakat, khususnya generasi muda.
Kehadiran Gua Nganten dan Bukit Baswara yang berlokasi di Kecamatan Rengel kini menjadi magnet baru bagi para pencari tantangan dan uji adrenalin di luar ruangan.
Beragam aktivitas luar ruang seperti tracking, rappelling, hingga panjat tebing yang menguji adrenalin terbukti ampuh menyedot antusiasme pemuda setempat maupun wisatawan luar daerah untuk berkunjung dan mengeksplorasi keindahan pesona alam Rengel.
Baca Juga: Kabupaten Tuban adalah Opsi Liburan Paling Lengkap: Dari Pantai, Goa, sampai Gunung, Semua Ada
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban Mohammad Emawan Putera mengungkapkan, bahwa kunci utama dalam mengembangkan potensi wisata daerah terletak pada tingkat kesadaran masyarakat sekitar.
Menurutnya, potensi keindahan alam yang melimpah tidak akan berkembang secara maksimal tanpa adanya peran aktif, pemahaman, serta kesiapan dari warga lokal dalam menyambut para pelancong.
“Kalau masyarakatnya sadar wisata, potensi tersebut pasti bisa berkembang pesat. Jika masyarakat sekitar sadar akan hal tersebut, maka mereka akan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan wisatawan agar mereka puas berkunjung ke tempat tersebut,” ujar Emawan kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dia menegaskan, bahwa kesadaran masyarakat terhadap prinsip Sapta Pesona merupakan fondasi mendasar agar objek wisata dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Konsep Sapta Pesona sendiri memuat tujuh unsur penting yang wajib diterapkan dalam pengelolaan destinasi wisata, yakni menciptakan lingkungan yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan manis bagi para pengunjung.
Keseluruhan poin tersebut saling berkaitan erat untuk membentuk citra positif dari sebuah destinasi wisata untuk bisa berkembang lebih besar.
“Mengapa Sapta Pesona itu sangat penting, sebab dalam Sapta Pesona memuat tujuh poin penting sebagai dasar agar objek wisata ramai dikunjungi orang. Kesadaran masyarakat akan pentingnya Sapta Pesona menjadi dasar wisata tersebut bisa berkembang. Sebab, jika tidak ada kesadaran dari warga, maka potensi luar biasa tersebut akan sia-sia,” tegasnya.
Penerapan ketujuh poin tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman berkesan bagi para pelancong.
Kunjungan berulang hanya bisa terjadi apabila wisatawan merasakan layanan terbaik dan kenyamanan yang konsisten dari masyarakat setempat.
“Kalau orang sudah merasa nyaman saat berkunjung, maka bisa dipastikan mereka akan berkunjung kembali. Bahkan mereka bisa membawa teman atau keluarganya untuk ikut berwisata juga ke Tuban,” tambahnya.
Dalam upaya memajukan sektor pariwisata daerah, pihak Disbudporapar Tuban juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang secara mandiri tergerak memajukan potensi lokal.
Pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk mendampingi serta memfasilitasi kebutuhan para pengelola di lapangan.
“Saya bangga dan senang sekali jika ada komunitas atau warga setempat yang berinisiatif untuk mengembangkan potensi tersebut. Dan kami tentunya siap membantu bila ada yang diperlukan untuk pengembangan wisata,” pungkas Emawan optimistis. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban