Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Habib Sang Dai Muda, Berawal Diundang Pengajian Arisan Ibu-ibu

Annisa Dwi Kusuma Hany • Minggu, 14 Juli 2024 | 20:00 WIB

Habib mengenakan setelan jas dengan motif batik Tuban.
Habib mengenakan setelan jas dengan motif batik Tuban.

 

Usia muda tak membuat M. Bahrudin Yusuf Al Habib terlena menghabiskan waktunya dengan hal sia-sia. Pemuda ini memilih menjadi pendakwah yang kerap mengisi kajian di sejumlah tempat. 

 

USIANYA masih 23 tahun. Namun pemuda yang akrab disapa Habib ini sudah dipercaya menjadi dewan guru di Madrasah Aliyah (MA) Plus Al-Muhibbin Jatirogo.

Dari pengalamannya itu, Habib belajar menjadi public speaker yang baik.

’’Di pondok saya belajar membaur dengan orang-orang yang lebih tua,’’ jelasnya.

Memiliki latar belakang santri pondok, membuat Habib mulai mendapat tawaran untuk mengisi kajian.

Awalnya, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) itu diminta mengisi pengajian ibu-ibu arisan.

Seiring berjalannya waktu, namanya mulai dikenal dari mulut ke mulut.

’’Dan sampai saat ini Alhamdulillah kadang juga masih diundang untuk mengisi pengajian,’’ ujar dia.

Keberhasilan Habib dalam berbicara di depan umum, tidak lepas dari latar belakang pendidikannya.

Di Pondok Pesantren Al-Muhibbin Jatirogo, dia berhasil mempelajari empat bahasa asing.

’’Dari pondok saya bisa bahasa Inggris, Arab, Cina, dan Jepang,’’ ungkap dia.

Selain berdakwah, Ketua Falakiyah NU Jatirogo itu juga memiliki beberapa prestasi. Antara lain, Juara 1 Lomba Syahril Qur’an MTQ Tingkat Kabupaten Tuban 2018; Juara 1 MQK Tingkat Kabupaten Tuban 2018; dan Juara 2 Debat Bahasa Inggris se-Karesidenan 2017.

’’Saya juga pernah menjadi pemateri pelatihan pengembangan bahasa di UIN Walisongo Semarang,’’ ujar Habib.

Tidak hanya di bidang keagamaan, pria asal Desa Paseyan, Kecamatan Jatirogo itu juga mengikuti ajang Duta Wisata Cung-Ndhuk Tuban 2024.

Menurut dia, keputusan untuk mendaftar sebagai duta wisata bermula dari ketidaksengajaan.

’’Awalnya saya lihat postingan Instagram dan dalam waktu singkat saya menyiapkan semua berkas pendaftaran,’’ jelas Habib.

Motivasi utama Habib dalam mengikuti ajang duta wisata itu yakni ingin membanggakan kedua orang tua dengan prestasi yang diraihnya.

Dukungan dan doa dari orang tua, guru, dan teman-temannya menjadi semangat Habib dalam berkontestasi hingga mendapat predikat Wakil I Cung-Ndhuk Tuban 2024.

Tidak berhenti begitu saja, karena semangat ingin menularkan ilmu lebih banyak.

Habib mempunyai cita-cita untuk melanjutkan S-2.

’’Saya ingin terus bermanfaat, sehingga punya impian untuk jadi dosen,’’ tandasnya. (*/yud)

Editor : Adib Turmudzi
#pondok #dai muda #dai #agama #pengajian