RADARTUBAN - Tuban tak kekurangan stok penyanyi muda. Banyak talenta berbakat tersembunyi.
Potensi inilah yang sedang digali Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Tuban dengan membina anak usia SD untuk menjadi pedangdut cilik.
Gadis kecil itu berdiri di panggung mini Tuban Abirama. Tubuh mungilnya berbalut kaus putih. Suaranya yang nyaring, menggema.
“Percuma saja kau datang lagi….” Itulah sepenggal lagu lawas Air Bunga milik Rita Sugiarto yang didendangkan.
Di belakangnya, dua MC perempuan cilik muncul. Dengan rambut dicepol rapi, dia tampil santai.
Ucapannya tidak terpatah-patah. Performa anak-anak SD itu sudah seperti penyiar dangdut profesional.
Di sela jeda tampil, seorang pria berkaus putih memanggil bocah-bocah itu untuk kumpul dan memberi arahan singkat. Pria itu adalah Muhammad Mustain, sekretaris PAMDI Tuban.
“Anak-anak ini adalah potensial muda yang kami bina, karena kami memiliki program pembinaan untuk talenta muda Tuban,” ujar Astro, panggilan akrab Muhammad Mustain saat dihampiri Jawa Pos Radar Tuban.
Dia mengatakan, program pembinaan itu dimulai Mei 2025. Tahun sebelumnya, mereka membina remaja.
Salah satu pertimbangan PADMI menumbuhkan bibit anak-anak setelah melihat salah satu bocah Tuban tampil di televisi swasta dengan vokal yang kuat.
“Saat itu, kami berpikir pasti bakat-bakat terpendam di Tuban masih banyak dan perlu dikembangkan,” kata pria 43 tahun itu.
Awalnya, program ini sepi peminat. Hanya enam anak yang datang tiap malam Minggu di Tuban Abirama.
“Meski enam anak, kami tetap memberikan pembelajaran dunia entertainment,” ujar Astro.
Seiring berjalannya waktu, jumlah anak yang dibina pun merangkak naik. Dari enam menjadi belasan.
Sekarang, tembus 30 anak.
Tak hanya penyanyi, namun juga pemusik dan MC. Menariknya, saat tampil mereka sudah bisa mandiri.
Di luar panggung, Astro dan tim hanya mengarahkan dan mengevaluasi setelah pertunjukan. Astro tak menutupi tantangan mengajar dunia hiburan pada anak-anak yang masih suka bermain.
“Karena anak-anak inikan masih memiliki jiwa bermain, kami pun harus menyesuaikan diri,” kata karyawan pelayanan teknis PLN ULP Tuban itu.
Astro menyampaikan, pada pembekalan tersebut, PAMDI juga memberikan sentuhan teknik vokal, olah suara, latihan pernapasan diafragma.
Mental juga dibangun dengan cara menempatkan mereka langsung di keramaian. Berlatih menyapa penonton dan menguasai panggung.
“Kita ajari ilmu performa penguasaan panggung, kita kenalkan lagu dan ditanamkan adab, etika, estetika yang baik agar kelak bisa menjadi penyanyi profesional,” ujar pria yang tinggal di Semanding itu.
Perkembangan anak-anak binaan PAMDI kini maju pesat. Mereka sering naik panggung berbagai acara hingga rajin ikut lomba tingkat daerah dan luar kota.
Bahkan, beberapa di antaranya menorehkan prestasi nasional.
Anindya Syaqila, berkompetisi nasional di Mentari TV, Jakarta; Anjani, 6 tahun, juara terfavorit Audisi FORSA IDOL Junior se-Lamongan–Tuban–Gresik–Bojonegoro, dan duo host cilik Cua dan Chaca, berprestasi di berbagai lomba modeling.
Astro berharap pembinaan ini menjadi jalan panjang regenerasi seniman dangdut Tuban.
“Paling tidak sepuluh tahun lagi bakat-bakat yang kami bina ini akan muncul, dan akan menguasai panggung,” kata pria yang 19 tahun menggeluri dunia MC hiburan itu.(*/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama